JAKARTA – Program smart city yang dijalankan Pemerintah Kota Madiun sudah di jalur yang tepat. Buktinya, program-program yang sudah dan akan dijalankan mendapat ancungan jempol dewan penguji saat presentasi master plan smart city di Balai Sudirman Jakarta, Selasa (5/11) malam. Bahkan, kelima penguji dari praktisi dan akademisi tersebut memberikan aplaus di akhir pemaparan. 
 
“Saya rasa apa yang disampaikan cukup komprehensif. Pak walikota (Madiun) cukup memahami tentang smart city dan tahu akan dibawa kemana,” kata Adi Mulyanto, praktisi ITB yang menjadi salah seorang penguji.
 
Program-program pendukung smart governance, smart branding, smart economy, smart society, smart living, dan smart environment dijelaskan secara gamblang. Bahkan, Adi menyebut, Walikota Madiun dapat menjelaskan secara detail lengkap dengan ilustrasinya. Program-program yang diusung sudah terakomodir dan mengarah pada satu tujuan. Konsep PeceLand juga merupakan quick win yang bagus. PeceLand bisa menjadi smart branding yang mengakomodir semua. Sebab, terdapat unsur lain di dalamnya. Mulai seni, budaya, hingga ekonomi. 
 
Selain itu, Pemkot Madiun juga memiliki program pendukung lain yang tak kalah menarik. Salah satunya, pengolahan sampah yang sudah menghasilkan gas metan. Menariknya, gas metan sudah dimanfaatkan untuk 200 KK warga sekitar. Selain itu, juga diolah untuk mandi sauna. Ke depan, juga ada rencana untuk diubah menjadi listrik dengan menggandeng pihak ketiga.
 
“Program silahkan untuk dilanjutkan. Tinggal bagaimana nanti Pemkot Madiun mengeksekusinya secara baik,” ujarnya. 
 
Hal itu dirasa penting. Sebab, eksekusi sering menjadi kendala. Apalagi yang berkaitan dengan koordinasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Walikota, lanjutnya, harus bisa mengkoordinir kepala OPD untuk dapat menjalankan ide dan gagasan smart city secara baik. Sebaliknya, OPD juga harus dapat menerjemahkan ide tersebut dalam satu aksi yang sesuai dengan harapan. 
 
“Program ini tidak bisa berjalan optimal tanpa dukungan semua pihak. Jangan sampai apa yang sudah baik ini terhenti. Keberlanjutan penting dalam terwujudnya konsep smart city,” imbuhnya.
 
Walikota Madiun Maidi mengaku puas dengan hasil persentasi kali ini. Menurutnya, penguji dapat menerima dengan baik setiap point pemaparan. Salah satunya, cara Kota Madiun menentukan quick win PeceLand yang berangkat dari usulan dan masukan semua unsur. Termasuk masyarakat. Namun, walikota tak membantah adanya saran dan masukan yang harus dipenuhi. Mulai besaran anggaran yang belum dicantumkan hingga sinkronisasi antar OPD dalam pelaksanaannya. 
 
Walikota menyebut hal itu bukan masalah besar. Mantan Sekda Kota Madiun itu optimis kepala OPD dapat menjalankan dengan baik. Sebab, semua kegiatan dan program terkait smart city sudah terjadwal di masing-masing OPD. Pun, OPD sudah memahami tugas pokok fungsi (Tupoksi) masing-masing. 
 
“Itu tidak sulit karena kita sudah sinkronisasi kegiatan dalam rencana kerja (renja). Sudah ada lampu hijau, kita akan tancap gas mulai 2020 nanti,” ujarnya. (ws hendro/agi/diskominfo).