MADIUN – Mengetahui target audiens merupakan kunci bagi penulis berita untuk dapat menyampaikan informasi secara tepat. Cara inipun juga wajib dimiliki oleh seorang Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID). Sehingga, informasi tentang kebijakan, program, dan kegiatan yang dilakukan pemerintah, khususnya untuk masyarakat, dapat tersampaikan secara maksimal.
 
Hal ini disampaikan oleh Pegiat ICT Watch Heru Tjatur dalam Workshop Mobile Jurnalistik Era Digital dengan tema ‘’Optimalisasi Kanal Media Online Pemerintah Daerah Untuk Menjawab Kebutuhan Informasi Masyarakat di Era Digital’’ di ruang pertemuan The Sun Hotel Madiun, Rabu (6/11).
 
‘’Tantangan jurnalis pemerintah bukan berapa banyak berita yang diproduksi. Tapi, berapa banyak yang membaca berita itu dan terdampak oleh berita tersebut,’’ tuturnya saat mengisi materi di hadapan admin PPID OPD di lingkungan Pemkot Madiun.
 
Seorang admin PPID, lanjut Heru, memiliki tugas utama sebagai jembatan antara apa yang ada di pemerintahan dan apa yang harus diketahui oleh publik. Informasi yang disampaikan PPID dikatakan berhasil jika ada reaksi oleh masyarakat atas berita tersebut.
 
Lebih lanjut, Mantan CIO Detik.com dan CTO Kumparan.com itu mencontohkan pemberitaan tentang hujan lebat di hulu sungai. Berita tersebut dapat dikatakan berhasil memberikan dampak kepada masyarakat jika ada reaksi dari warga yang tinggal di hilir sungai.
 
‘’Dengan mengetahui ada hujan lebat di hulu, maka masyarakat di hilir bisa segera mengambil keputusan apa yang akan mereka lakukan untuk menerima datangnya air dengan volume yang cukup tinggi itu,’’ jelasnya.
 
Contoh lain misalnya kejadian kecelakaan. Dengan adanya berita tersebut, tentu harapannya masyarakat bisa lebih berhati-hati lagi ketika berkendara. Serta, mengurangi resiko kecelakaan di jalan raya.
 
Untuk dapat menjadi admin PPID yang baik, Heru menyarankan adanya manajemen khusus. Yakni, menetapkan indikator target kinerja. Kemudian, membuat perencanaan pemberitaan dengan matang. Serta, mencari informasi dari berbagai sumber. Sehingga, berita yang disampaikan kepada masyarakat adalah akurat.
 
Sementara itu, Pegiat ICT Watch Matahari Timoer menjelaskan tentang optimalisasi gawai untuk jurnalis pemerintah. Dalam hal ini dijelaskan pula pentingnya menggunakan bahasa yang tepat sesuai dengan target sasaran pembaca informasi yang disampaikan.
 
Misalnya, informasi yang disampaikan oleh dinas yang menaungi kepemudaan tentu berbeda dengan bahasa informasi yang dikelola oleh dinas lainnya. Dengan penggunaan bahasa yang tepat dan sederhana, diharapkan kebijakan pemerintah bisa tersampaikan lebih optimal.
 
Selain itu, di era digital ini, diharapkan PPID dapat menjadi penghubung antara pemerintah dan masyarakat. Yakni, dengan menyampaikan informasi secara akurat. Sehingga, dapat menjadi acuan. Khususnya, untuk menangkal berita-berita hoax.
 
Terkait workshop bagi admin PPID tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun Subakri dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Dinas Kominfo Kota Madiun Gembong Kusdwiarto berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam dunia jurnalistik. 
 
‘’Dengan mempersiapkan admin PPID di era industri 4.0, diharapkan dapat menguatkan etos pelayanan admin PPID pembantu dalam membuat konten di era digital,’’ ujarnya. (Luki/irs/diskominfo)