MADIUN – Menangkal radikalisme butuh perhatian bersama. Tak terkecuali dari masyarakat. Seperti yang dilakukan masyarakat warga Gang Masjid Jalan Gajah Mada Kelurahan/Kecamatan Manguharjo ini. Warga setempat sepakat mendirikan Yayasan Pendidikan Islam untuk menangkal paham radikalisme yang sudah cukup memprihatinkan kini. Walikota Maidi mengapresiasi upaya masyarakat yang mendirikan yayasan bernama Baiturohmah tersebut. 
 
‘’Sekarang ini banyak gangguan-gangguan yang sedang dihadapi bangsa kita. Salah satunya, radikalisme. Anak-anak harus dijaga dengan memberikan pendidikan akademik dan agama yang baik. Kegiatan ini sangat luar biasa,’’ kata walikota saat meresmikan berdirinya yayasan tersebut, Sabtu (2/11) malam. 
 
Paham radikalisme dapat dicegah dengan memberikan pendidikan yang tepat sejak dini. Yayasan Pendidikan Islam Baiturohmah merupakan wahana pendidikan yang tepat. Di dalamnya, terdapat Taman Pendidikan Alquran (TPA) yang sudah mulai berjalan. Anak-anak lingkungan sekitar didorong untuk lebih mengenal Alquran dan pendidikan dasar Agama Islam. Hal itu penting untuk membentengi anak-anak dari paham radikalisme.
 
‘’Kedua, bangsa kita sedang ada diganggu dengan peredaran narkoba dan hoax. Perlu peran kita bersama untuk menangkalnya,’’ ungkapnya.
 
Anak-anak, lanjutnya, juga perlu dipahamkan akan bahaya narkoba. Walikota menyebut narkoba bisa membunuh masa depan. Bahkan, menghilangkan nyawa jika sudah kelewat parah. Bahaya narkoba bisa dihindari dengan pendidikan berbasis agama seperti yang dilakukan masyarakat Manguharjo tersebut. Selain itu, walikota juga berpesan untuk berhati-hati pada berita hoax. Berita bohong tersebut dapat memicu konflik di masyarakat. 
 
‘’Tiga gangguan itu saat ini sudah cukup memprihatinkan. Ini butuh peran kita bersama. Terima kasih kepada masyarakat yang telah turut peduli,’’ ungkapnya. (ws hendro/agi/diskominfo)