JAKARTA – Program smart city Kota Madiun terus berlanjut. Setelah penyusunan masterplan yang berlangsung sejak beberapa bulan terakhir, Kota Madiun siap mempresentasikan hasilnya di hadapan penguji dari kementerian terkait dalam Gerakan Menuju 100 Smart City di Jakarta 4-6 November 2019 ini. Pembukaan acara tersebut berlangsung meriah di Balai Sudirman, Senin (4/11) pagi. Kegiatan yang diikuti kabupaten dan kota yang masuk dalam program 100 smart city tersebut dibuka Menteri Komunikasi dan Informatika Jonny G Plate.
 
Jonny menyebut program smart city merupakan upaya pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat secara cepat dan cerdas. Baik dengan memanfaatkan teknologi maupun melalui ide-ide kreatif lain. Program menuju 100 smart city diharap memantik semangat pemerintah daerah untuk semakin terpacu memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat dengan mengedepankan ide-ide cerdas. Dia menyebut banyak program yang telah dijalankan 100 kota dan kabupaten dalam mewujudkan smart city di daerah masing-masing. 
 
‘’Smart city dengan program dan kegiatan yang berbasis pada kecerdesan diharap semakin memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. pelayanan yang cepat dan cerdas tentunya,’’ kata dia.
 
Pemerintah, lanjutnya, terus mempersiapkan infrastruktur yang mendukung khususnya di bidang komunikasi. Salah satunya, dengan diresmikannya tulang punggung internet bernama Palapa Ring oleh presiden beberapa waktu lalu. Papala Ring atau yang biasa disebut tol langit itu merupakan jaringan internet berkecepatan tinggi sepanjang 12.100 Kilometer yang menghubungkan antar pulau di tanah air. Selain itu, pemerintah melalui Kementerian Kominfo juga tengah diminta membangun satelit baru untuk layanan umum jaringan telekomunikasi Indonesia. 
 
‘’Informasi sudah menjadi kebutuhan dasar. Pemerintah terus menyiapkan pelayanan internet berkecepatan tinggi untuk menghadirkan pelayanan digital hingga kepelosok negeri,’’ ujarnya sembari menyebut layanan akan menjangkau 93.900 institusi pendidikan, 47.900 desa dan kelurahan, 3.900 puskesmas, 3.900 polsek dan korem di 514 kabupaten dan kota. 
 
‘’Kemajuan teknologi juga telah mencipatakan gegar budaya atau culture shock. Budaya baru ini menciptakan kebingungan bagi masyarakat. Karenanya hadirnya kemajuan teknologi harus disikapi dengan bijak. Bukan malah merusak,’’ jelasnya sembari menyebut peningkatan SDM penting dalam smart city. (ws hendro/agi/madiuntoday)