MADIUN – Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) wajib terus terjaga. Beragam upaya dilakukan Pemerintah Kota Madiun untuk mensosialisasikan pesan tersebut. Seperti yang dilakukan Walikota Maidi saat bertemu dengan masyarakat Kelurahan Kuncen. Pesan Kamtibmas tersebut kian menarik lantaran dikemas dalam Gerakan Salat Subuh Berjamaah di Masjid Nurhidayatullah, Rabu (11/9).

‘’Saat ini banyak informasi yang tidak jelas. Tatkala ada yang seperti itu, tolong dicroscek dulu. Ini penting agar tidak menimbulkan masalah,’’ kata walikota.

Kegiatan kali keempat itu juga sarana untuk menyerap aspirasi masyarakat. Walikota sengaja mengajak masyarakat untuk berdialog. Beragam masukan mengemuka. Di antaranya, terkait cagar budaya Masjid Kuncen hingga pembangunan saluran. Pemerintah memang tengah melakukan sejumlah pembangunan saluran saat ini.

‘’Pemerintah sudah menetapkan standar pembangunan. Saya minta masyarakat ikut mengawasi. Tatkala ada pembangunan yang tidak sesuai, saya tidak akan mentolerir. Langsung saya blacklist,’’ tegasnya.

Dialog berbalut Salat Subuh tersebut sengaja dilakukan untuk memfasilitasi aspirasi masyarakat tertentu. Terutama mereka yang sudah sepuh maupun tokoh agama yang biasanya tidak bisa hadir saat pertemuan resmi di kelurahan. Masyarakat sepuh tersebut lebih mudah ditemui saat salat berjamaah. Waktu subuh dipilih agar semakin fresh dalam menyampaikan keinginannya.

‘’Pemerintah itu harus melayani. Bukan dilayani. Masyarakat yang tidak bisa hadir harus didatangi. Dengan seperti ini harapannya, semua aspirasi bisa terakomodir,’’ ungkapnya.

Gerakan Salat Subuh Berjamaah sudah berlangsung sepekan terakhir. Sejumlah masjid di Kecamatan Taman didatangni secara bergantian. Walikota menyebut ada banyak cara pemerintah dalam menyerap aspirasi masyarakat. Selain Salat Subuh, pemerintah juga menggelar kunjungan kerja dan bermalam di rumah warga. (ws hendro/agi/diskominfo).