MADIUN – Tim verifikasi lapangan untuk penghargaan Kota Sehat tingkat Nasional telah selesai melaksanakan tugasnya di Kota Madiun. Rabu (4/9), Walikota Madiun Maidi melepas anggota tim penilai yang akan melanjutkan tugas ke kota berikutnya.

Dalam prosesi pelepasan tersebut disampaikan evaluasi dari hasil penilaian tim verifikasi lapangan. Mendengar hal itu, Walikota optimis Kota Madiun mampu meraih predikat Swastisaba Wistara. Yakni, penghargaan Kota Sehat level tiga.

Pada kesempatan itu, Walikota mengatakan bahwa menjaga kebersihan dan kesehatan adalah kewajiban bagi seluruh lapisan masyarakat di Kota Madiun. ‘’Tidak ada penilaian pun itu sudah otomatis,’’ ujarnya.

Walikota pun menjamin hal tersebut. Jika ada OPD maupun masyarakat yang tidak menjaga kebersihan dan kesehatan, akan mendapatkan teguran langsung dari orang nomor satu di Kota Madiun itu.

Sebelumnya, Kota Madiun telah mendapatkan berbagai predikat. Di antaranya Adipura sebanyak 14 kali, Kota Layak Anak, Kota Ramah Lansia, serta angka usia harapan hidup semakin meningkat. Hal itu meningkatkan rasa percaya diri pemkot untuk dapat meraih Kota Sehat kali ini.

Pada penilaian Kota Sehat, ada beberapa lokasi yang menjadi fokus perhatian tim penilai. Antara lain, kantor dinas, sekolah, perusahaan, sarana transportasi umum, fasilitas umum, taman, serta tempat pembuangan akhir (TPA).

Ketua Tim Verifikasi Imam Surahman dari Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan dalam paparan evaluasinya menuturkan bahwa Kota Madiun secara umum banyak memenuhi kriteria Kota Sehat. Hal ini terlihat dari kebersihan setiap lokasi yang dikunjunginya. Salah satunya, Dinas Pendidikan.

‘’Dinas Pendidikan mencerminkan lingkungan kantor yang sehat. Lokasinya luas, tidak terlalu bising, ruangannya terbuka, dan di setiap anak tangga ada penyekat. Di sana juga terdapat ruang ASI,’’ paparnya. Imam berharap, model perkantoran Dinas Pendidikan dapat diterapkan di kantor lainnya.

Tak hanya itu, Imam juga memuji kebersihan yang terjaga di dalam fasilitas umum. Misalnya seperti di Terminal Purbaya. ‘’Tim kami sempat mencoba menggunakan toilet penumpang dan tempatnya cukup bersih,’’ ungkapnya.

Imam pun berharap agar Kota Madiun bisa mendapatkan hasil yang terbaik dari penilaian ini. ‘’Semua akan kami laporkan berdasarkan hasil dari lokasi yang sudah dikunjungi. Secara keseluruhan sudah cukup mencerminkan tatanan itu berjalan. Tinggal menunggu hasil dari rapat pleno,’’ terangnya.

Tim verifikasi lapangan meninggalkan Kota Madiun sekitar pukul 15.30. Selanjutnya, mereka akan melaksanakan penilaian di daerah lainnya sebelum dikirim ke pemerintah pusat untuk pembahasan kota/kabupaten yang berhak mendapatkan predikat tersebut. (Dhevit/irs/diskominfo)