MADIUN – Pemerintah Kota Madiun mulai mempersiapkan materi yang menjadi poin penting penilaian Adipura. Hal ini tampak dalam Sosialisasi Adipura yang diselenggarakan Pemkot Madiun melalui Dinas Lingkungan Hidup di Gedung Diklat, Selasa (3/9).

Walikota Madiun Maidi saat memberikan sambutan menuturkan bahwa persiapan sejak awal penting dilakukan. Tidak hanya agar Kota Madiun telah siap saat lomba. Tapi, juga membudayakan menjaga kebersihan lingkungan bagi masyarakat.

‘’Kita sudah 14 kali dapat Adipura. Maka, standar kehidupan kita seharusnya sudah sesuai dengan semua indikator yang ada,’’ ujarnya.

Menurut Walikota, setiap penilaian penghargaan wajib memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat. Termasuk penghargaan Adipura ini. Karena itu, lingkungan di Kota Madiun sudah seharusnya senantiasa terjaga.

‘’Mendapat Adipura tidak sulit kalau pihak-pihak terkait menjalankan rutinitas tugasnya dengan baik,’’ imbuhnya.

Walikota juga perpesan, agar seluruh indikator penilaian Adipura segera dipenuhi oleh OPD terkait. Tidak boleh ada poin yang nilainya kurang memuaskan. ‘’Harapan kita, kota kita memiliki standar yang top,’’ ucapnya.

Sementara itu, Kepala DLH Kota Madiun Suwarno menambahkan bahwa penilaian Adipura tahun ini mengalami perubahan. Salah satunya, setiap daerah wajib mengirimkan surat Kebijakan Strategis Daerah (Jakstrada) ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai syarat penilaian.

Lebih lanjut, Suwarno menjelaskan, isi Jakstrada salah satunya berkaitan dengan sampah. Mulai dari jumlahnya, pengelolaan, hingga bank sampah. ‘’Nanti isi Jakstrada akan dicocokkan di masing-masing daerah,’’ ungkapnya.

Suwarno pun berharap, masyarakat turut mendukung upaya pemkot dalam menjaga kebersihan lingkungan. Caranya, dengan tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi penggunaan sampah plastik, dan menjaga kebersihan sungai. ‘’Tidak hanya kotor, membuang sampah sembarangan juga membahayakan kesehatan,’’ tandasnya. (Dhevit/irs/diskominfo)