MADIUN – Atlet berprestasi Porprov VI Jawa Timur Kontingen Kota Madiun sedikit berkantong tebal. Itu setelah reward pemerintah setempat cair. Pemberian reward saat Closing Ceremony Kontingen Kota Madiun Porprov VI Jawa Timur di Rumah Dinas Walikota Madiun, Rabu (31/7) malam. Reward bukan hanya bonus. Namun, juga penyemangat bagi yang lain agar semakin terpacu.

Besaran bonus yang diberikan pun berbeda. Peraih medali emas diberikan bonus Rp 20 juta. Terdapat tiga atlet peraih emas dalam Porprov lalu. Sementara peraih medali perak diberikan bonus Rp 10 juta dan Rp 5 juta untuk peraih medali perunggu. Kontingen Kota Madiun berhasil mengemas enam medali perak dan 20 medali perunggu. Total terdapat 29 medali dari 23 cabang olahraga yang diikuti. Capaian itu menempatkan Kota Madiun di peringkat 22.

Walikota Maidi menyebut capaian tersebut sudah cukup maksimal mengingat persiapan yang minim. Walikota optimis Kota Madiun bisa tampil lebih baik dalam gelaran serupa dua tahun ke depan. Bahkan, dirinya pasang target bisa tembus sepuluh besar. Hal itu wajar mengingat kontingen Kota Madiun juga moncer di cabor eksebisi Ju Jitsu. Kota pecel berhasil meraih tujuh medali emas, dua perak, dan lima medali perunggu. Sayang, perolehan medali dari cabor ini tidak masuk hitungan. Cabor ini rencananya masuk cabor resmi gelaran ke depan. Tak heran, peluang Kota Madiun untuk memperbaiki peringkat terbuka lebar.

“Kalau yang dapat perak dan perunggu ini terus dijaga dan berlatih, tentu tidak menutup kemungkinan bisa meningkat ke depan. Belum lagi dari atlet lain dan cabor Ju Jitsu. Kita bisa dapat lebih dari 30 emas,” kata walikota.

Kendati hanya cabor eksebisi, reward tetap diberikan Pemkot Madiun. Namun, dengan besaran yang berbeda. Peraih emas cabor eksebisi mendapat Rp 6 juta. Sementara peraih medali perak diberikan bonus Rp 3 juta dan Rp 1,5 juta untuk peraih medali perunggu cabor eksebisi. Perhatian pemerintah juga diberikan kepada pelatih dengan memberikan bonus Rp 500 ribu, Rp 1 juta, dan Rp 2 juta untuk mereka yang berhasil mengantarkan anak didiknya meraih medali perunggu, perak, dan emas. Walikota juga memberikan bantuan jam catur untuk cabor catur.

Reward bukan hanya materiil. Walikota bakal memberikan pekerjaan bagi peraih emas yang belum bekerja. Sedang, mereka yang masih pelajar, diberi kebebasan untuk memilih masuk sekolah.

“Medali saja tidak cukup. Bonus uang bisa habis. Kalau pekerjaan bisa memberikan penghidupan hingga ke depan, terangnya.

Walikota menginstruksikan KONI untuk menggelar kejuaraan setiap cabor. Kejuaraan tingkat provinsi ini bisa bertajuk Walikota Cup. Ajang ini sebagai wadah pengembangan serta evaluasi kemampuan serta melihat kekurangan atlet. Selain itu, event juga sebagai roda penggerak ekonomi masyarakat. Tak heran, UMKM diminta hadir meramaikan di lokasi kejuaraan.

‘’Kota Madiun memiliki fasilitas yang cukup mumpuni. Silahkan ini digunakan. Kalau rusak akan dibenahi lagi,’’ ujarnya.

Sekedar informasi, Kontingen Kota Madiun mengirim 171 atlet terdiri 105 atlet putra dan 66 atlet putri. Para atlet ini untuk mengikuti 23 cabor saat Porprov VI Jawa Timur lalu. Dari keikutsertaan itu, kontingen berhasil meraih tiga medali emas, enam perak, dan 20 medali perunggu. Kota Madiun berada di urutan 22. (dhevit/agi/diskominfo)