MADIUN – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) berlangsung meriah di Kota Madiun, Rabu (31/7). Kegiatan diikuti sekitar dua ribu anak-anak di Alun-alun Kota Madiun. Berbagai kesenian dari anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ini mengemuka. Mulai permainan dan tari tradisional, karawitan, hingga senam. Walikota Madiun Maidi trenyuh melihat aksi anak-anak tersebut.

‘’Ini potensi yang luar biasa. Anak-anak harus terus mendapat pendidikan yang baik agar potensi ini semakin terpoles ke depan,’’ kata walikota.

Sebaliknya, anak-anak juga harus selalu mengembangkan potensi diri melalui guru asuhnya dan orang tua. Pendidikan memang bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Namun, juga orang tua dan masyarakat. Pemerintah Kota Madiun sudah mengambil kebijakan lima hari masuk sekolah. Harapannya, anak-anak memiliki waktu lebih panjang bersama keluarga. Ini penting lantaran keluarga merupakan tempat pendidikan karakter yang baik.

‘’Anak-anak ini akan menggantikan generasi yang sekarang. Kalau ini terus disiapkan, tatkala sudah besar nanti akan memiliki skill yang bagus dan berkualitas. Tidak menutup kemungkinan akan membawa nama harum daerah maupun tanah air,’’ ujarnya.

Libur dua hari setiap minggu tersebut harus dimanfaatkan secara optimal bagi orang tua untuk memberikan pengajaran kepada anak. Pembelajaran harus yang menyenangkan karena yang lebih serius sudah diajarkan di sekolah. Orang tua bisa memberikan pelajaran melalui permainan. Misalnya belajar menghitung dari permainan dakon, belajar ketangkasan melalui permainan engkleng, atau belajar kerja sama, toleransi, dan kekompakan melalui permainan beregu seperti ular naga atau jamuran dan sinren.

‘’Permainan tradisional ini terbukti memberikan manfaat luar biasa. Selain sehat karena membutuhkan gerak fisik juga kaya akan pendidikan karakter. Orang tua harus mendorong itu, jangan malah diberikan permainan gadget karena tidak ingin repot,’’ ujarnya sembari menyebut permainan gadget diperlukan ketika usia anak dirasa sudah cukup mampu.

Pemerintah, lanjutnya, tentu terus berupaya memberikan setiap hak-hak anak tersebut. Mulai pendidikan gratis hingga kesehatan. Berbagai fasilitas yang ramah anak juga sudah dan terus dipenuhi. Upaya ini cukup berhasil. Hal itu terbukti dengan kembali diraihnya predikat Kota Layak Anak tahun ini. Selain itu, Kota Madiun juga mendapat penghargaan Pembina Anak tingkat nasional. Capaian ini tentu tak akan terwujud tanpa peran semua pihak. Tak terkecuali masyarakat dan orang tua. (ws hendro/agi/madiuntoday)