BANGKALAN – Kota Madiun kota ramah lansia. Hal itu semakin melekat setelah Kota Pendekar berhasil meraih juara kedua predikat kota ramah lansia tingkat provinsi tahun ini. Penghargaan diterima Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PP dan PA) Kota Madiun Heri Suwartono dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Kabupaten Bangkalan, Selasa (30/7).

Capaian ini tak terlepas dari upaya Pemerintah Kota Madiun dalam memberikan pelayanan kepada warga lanjut usia tersebut. Mulai pemenuhan sarana dan prasarana hingga program serta kebijakan pendukungnya. Pemkot secara rutin menggelar senam bersama lansia setiap bulan. Kegiatan juga berlanjut dengan sarapan gizi seimbang dan pemeriksaan kesehatan. Tak heran, keluhan kesehatan yang mengemuka segera dapat terdeteksi. Lansia yang perlu mendapat penanganan lebih lanjut langsung diberikan rujukan.

‘’Penanganan lansia merupakan penanganan bersama. Tidak hanya di dinas kami. Tetapi juga lintas OPD. Ini merupakan penghargaan untuk semua,’’ kata Kepala Dinsos PP dan PA Kota Madiun Heri Suwartono.

Program kesehatan ini juga terintegrasi dengan jaminan kesehatan. Masyarakat yang kurang mampu diberikan jaminan kesehatan yang dibiayai pemerintah. Artinya, mereka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis. Selain itu, RSUD Kota Madiun juga memberikan jalur khusus bagi masyarakat usia lanjut. Mereka tidak perlu mengantre seperti umumnya. Bahkan, ke depan pelayanan di rumah sakit untuk lansia bakal dibuat terpadu dalam satu ruangan tersendiri. Harapannya, mereka terlayani dalam satu tempat.

Pembangunan di Kota Madiun juga sudah memperhatikan lansia. Salah satunya, adanya pegangan di setiap kantor pelayanan, jalan untuk kursi roda, tempat ibadah khusus lansia dan sebagainya. Fasilitas di taman kota juga memperhatikan kalangan lansia. Pemerintah berharap fasilitas umum juga dapat dinikmati kaum lansia. Heri menambahkan dinasnya juga memberikan pembinaan dan pelatihan. Di antaranya, menyulam, lomba menembang jawa, lomba pakaian adat jawa, hingga pertemuan rutin.

‘’Dengan berbagai kegiatan ini diharap lansia tidak hanya memiliki kesibukan tetapi juga tetap produktif. Ini penting untuk menjaga dari stress,’’ terangnya.

Pembinaan tidak hanya dari pemkot. Namunm juga instansi luar. Seperti Yayasan Gerontologi Abiyoso cabang Madiun. Yayasan ini seri menggelar seminar kesehatan hingga peningkatan kapasitas lansia, dan lainnya.

Berbagai upaya ini terbukti mendongkrak Usia Harapan Hidup (UHH) masyarakat Kota Madiun yang mencapai 72,59 tahun di 2018. Capaian ini menempatkan Kota Madiun diperingkat ketiga untuk wilayah Jawa Timur.

‘’Prinsipnya pemerintah terus berkomitmen memberikan pelayanan kepada masyarakat secara optimal,’’ pungkasnya. (dinsospppa/agi/madiuntoday)

sumber : http://madiuntoday.id/