MADIUN – TK Negeri Pembina Kota Madiun semakin dekat dengan predikat sekolah sehat tingkat nasional tahun ini. Satu langkah penting segera terlewati. Penilaian dari Pemprov Jawa Timur dan kementerian terkait bakal dilakukan. Tim penilai telah tiba di kota pecel, Senin (15/7) malam. Walikota Madiun Maidi menyambut langsung tim yang terdiri dari 17 orang itu di rumah dinas walikota.
Tim dijadwalkan melakukan penilaian lapang di TK Negeri Pembina, Selasa (16/7) pagi. Tim terdiri dari sepuluh orang Pemprov Jatim dan tujuh orang dari empat kementerian. Mulai Kemendagri, Kemendikbud, Kemenkes, dan Kementerian Agama. Penilaian Lomba Sekolah Sehat (LSS) Berkarakter 2019 memang bukan soal lingkungan yang sehat. Tetapi juga terkait karakter peserta didiknya. Ketua Tim Penilan Achyar menyebut terdapat tiga kategori lomba tahun ini. Yakni, best performance, best achievement, dan best attitude performance. Kategori ketiga merupakan kategori terbaru.

“Karakter menjadi salah satu kriteria penilaian dalam Lomba Sekolah Sehat mulai tahun ini. Jadi tidak hanya sekolahnya yang sehat, tetapi juga harus ada output kepada peserta didiknya,” kata Achyar.

Tak heran, Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) penting dalam lomba. Penilaian bakal tak maksimal jika ditemukan sikap yang kurang baik dari peserta didik kendati fasilitas sekolah cukup mendukung. Karakter ini dinilai penting sebagai pembentukan pribadi pelajar ke depannya.

“Tujuan lomba bukan hanya memunculkan sekolah sehat terbaik. Tetapi bagaimana dapat mewujudkan pelajar-pelajar berkarakter ke depannya,” imbuhnya.

Walikota Madiun Maidi optimis TK Negeri Pembina bakal maksimal saat penilaian. Apalagi, persiapan sudah matang. Mulai sarana dan prasarana hingga output pelajar berkarakter seperti yang dimaksud tim penilai. Pemerintah setempat memang cukup memberikan perhatian untuk bidang pendidikan di Kota Madiun. Salah satunya, terkait anggaran. Anggaran pendidikan bukan hanya dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Tetapi, Pemkot Madiun juga memberikan Dana Dik dari APBD. Besarannya, nyaris mencapai Rp 1 miliar setiap sekolah setiap tahunnya. Tak heran, fasilitas yang dimiliki tiap sekolah cukup lengkap.

“Setiap detik setiap menit dan setiap jam perubahan selalu ada. Perubahan ini berangkat dari ilmu. Dan ilmu ini salah satunya ada di sekolah. Makanya, sekolah harus baik,” ujarnya.

Selain itu, Pemkot Madiun juga memberikan stimulus bagi yang berprestasi agar lebih bersemangat. Salah satunya, bantuan mobil ambulans bagi sekolah yang berhasil memenangkan lomba UKS tingkat nasional. Pemkot juga memberikan bea siswa belajar S2 bagi guru teladan dan langsung diangkat menjadi kepala sekolah.

“Di Kota Madiun, sekolah tingkat SMA, SMP, dan SD sudah pernah juara nasional. Kali ini giliran tingkat TK. Semoga tahun ini bisa juara,” harapnya. (ws hendro/agi/diskominfo).