MADIUN – Tahap penilaian lapangan untuk mendapatkan predikat Sekolah Sehat tingkat nasional telah dilalui oleh TK Negeri Pembina Kota Madiun, Selasa (16/7). Sejak pukul 09.00, para juri telah berkeliling di area sekolah untuk melakukan pengecekan. Mulai dari administrasi sekolah, sarana prasarana, hingga wawancara dengan siswa.

Prosesi pelepasan para juri terlaksana di Dinas Pendidikan bersama Walikota Madiun Maidi pada pukul 13.00. Sebelum bertolak ke kota berikutnya, para juri memberikan masukan untuk hal-hal yang perlu diperbaiki oleh TK Pembina.

‘’Setidaknya ada 8 masukan yang akan kami berikan,’’ tutur Ketua Tim Penilaian dari Kemendikbud Ahyar saat memberikan sambutan perpisahan di Gedung Graha Adi Wiyata Dindik Kota Madiun.

Beberapa masukan tersebut antara lain berkaitan dengan sarana prasarana yang ada di sekolah. Seperti meja di ruang guru, papan nama dan logo, perbaikan cat dan paving yang kusam, lisplang yang sudah rapuh, hingga penambahan biopori sebagai area resapan air saat hujan.

Menanggapi masukan dari para juri, Walikota Madiun Maidi menyatakan siap untuk segera memperbaiki hal-hal yang dianggap kurang. ‘’Tidak perlu hitungan hari, dalam hitungan jam langsung kami perbaiki,’’ tegasnya.

Walikota optimis bahwa TK Negeri Pembina telah menampilkan performa yang terbaik. Walikota pun yakin sekolah tersebut dapat meraih juara.

Upaya untuk menyediakan fasilitas yang layak telah diupayakan oleh Pemkot Madiun. Selain melalui layanan pendidikan yang terbaik, juga aksesoris kota khas anak-anak. Salah satunya, median jalan yang dicat warna-warni agar anak semakin nyaman.

‘’Tanggal 23 nanti Kota Madiun akan mendapatkan penghargaan Kota Layak Anak. Ini menjadi komitmen kami untuk menyediakan fasilitas yang memadai bagi anak-anak,’’ tandasnya. (Dhevit/irs/diskominfo)