MADIUN – Upaya mewujudkan generasi penerus bangsa yang sehat dan cerdas salah satunya dilakukan dengan memperbaiki pola makan. Tidak hanya makanan sehat, tetapi juga dilengkapi dengan unsur beragam, bergizi, seimbang, dan aman (B2SA).

Untuk menumbuhkan kesadaran sejak dini kepada anak-anak tentang pola makan sehat yang memenuhi unsur B2SA, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Madiun menyelenggarakan kegiatan Jambore Ketahanan Pangan 2019.

Kegiatan yang diikuti oleh 175 siswa dari SD hingga SMA/SMK di Kota Madiun itupun mendapatkan apresiasi dari Walikota Madiun Maidi. Meski demikian, ada hal-hal yang ingin ditingkatkan lagi oleh Walikota.

‘’Tahun depan pelaksanaannya di kantor dinas pertanian saja. Anak-anak langsung diajak praktek,’’ tuturnya saat memberikan sambutan dalam kegiatan yang berlangsung di aula Wisma Haji Kota Madiun, Selasa (18/6).

Dalam sambutannya, Walikota juga menekankan pentingnya upaya untuk memberantas stunting di Kota Madiun. Sebab, hal ini berhubungan langsung dengan kualitas generasi muda ke depannya.

Untuk memerangi stunting, lanjut Walikota, perlu dilakukan sinergi yang kuat antar OPD. Salah satunya, dinas pertanian dan ketahanan pangan beserta dinas kesehatan dan KB. Sehingga, penanganan stunting dapat dilakukan lebih maksimal.

Walikota juga mengimbau agar ke depannya upaya mengenalkan makanan B2SA tidak hanya dilakukan secara teori. Tetapi, juga praktek langsung di lapangan. Dengan demikian, anak-anak bisa lebih memahami tentang pola makan yang sehat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Kota Madiun Muntoro Danardono mengatakan bahwa kegiatan Jambore Ketahanan Pangan 2019 merupakan upaya memberikan pengetahuan dan wawasan tentang keberagaman konsumsi gizi seimbang dalam rangka mewujudkan generasi sehat dan cerdas.

‘’Kegiatan diisi dengan lomba yel-yel B2SA, menyusun puzzle, dan lomba cerdas cermat ketahanan pangan,’’ ujarnya.

Muntoro berharap, kegiatan ini juga bisa menambah keterampilan dan mendorong pelajar di Kota Madiun untuk ikut mensosialisasikan pola makan B2SA. ‘’Sehingga, mewujudkan pelaksanaan Nawacita yang ditetapkan Presiden Joko Widodo untuk membangun Indonesia dari daerah pinggiran,’’ tandasnya. (Dhevit/irs/iko/diskominfo)