MADIUN – Safari Ramadan Walikota Madiun berlanjut. Kamis (23/5), giliran jamaah Musala Al-Barokah Kelurahan Banjarejo yang disambangi walikota untuk melaksanakan Salat Tarawih bersama. Seperti kegiatan serupa sebelumnya, Safari Ramadan sengaja memilih musala di kelurahan pinggir. Harapannya, perhatian pemerintah merata.

Walikota Madiun Maidi menuturkan keguyubrukunan masyarakat Musala Al-Barokah tak kalah dengan masjid-masjid besar. Bangunan musala juga tak kalah bagus. Walikota berharap kerukunan dalam memakmurkan tempat ibadah ini terus terjaga. Bukan hanya bangunannya yang baik, tetapi juga jamaahnya juga harus baik. Artinya, jamaah yang penuh tidak hanya saat Ramadan. Namun, harus tetap penuh setiap hari di bulan-bulan lain.

“Yang terpenting musalanya terus ramai. Memakmurkan tempat ibadah harus setiap hari,” kata walikota.

Kesempatan bertemu langsung dengan masyarakat ini juga dimanfaatkan walikota untuk menyampaikan himbauan. Khususnya, terkait kebersihan lingkungan. Walikota menyebut kebersihan penting untuk terus dijaga. Bukan hanya berkaitan dengan keimanan. Namun, juga berkaitan dengan kesehatan. Ini penting mengingat banyak kasus demam berdarah saat ini. Walikota menghimbau masyarakat untuk rutin melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk atau PSN.

Pemerintah sudah melaksanakan fogging hingga 164 titik sampai saat ini. Namun, fogging saja belum cukup. Fogging, kata walikota, hanya membunuh nyamuk dewasa yang sudah terbang. Sedang, jentik nyamuk masih dapat hidup dan dapat semakin kebal. Ini tentu lebih berbahaya. Tak heran, pemberantasan sarang nyamuk melalui 4M plus penting dirutinkan.

“Tidak ada hujan, air yang menggenang tidak mengalir lancar dan jadi sarang nyamuk. Ini biasanya terlewatkan. Makanya, muncul kasus DBD meski sudah dilakukan fogging,” jelasnya.

Walikota juga menyerahkan bantuan Rp 10 juta untuk pembangunan musala. Walikota juga bagi-bagi duit baru kepada jamaah anak-anak. Selain itu, Kemenag Kota Madiun juga memberikan bantuan Alquran. (ws hendro/agi/diskominfo)