MADIUN – Pemkot Madiun segera mengambil tindakan lanjutan terkait wabah demam berdarah (DBD) yang menjangkiti sejumlah warga. Sabtu (18/5), Walikota Madiun Maidi memimpin pelaksanaan fogging di Jalan Wiyata Jaya RT 26 dan 48 RW 6 Kelurahan Klegen, Kecamatan Kartoharjo. Di lokasi tersebut, ada 3 warga yang positif terserang DBD.

Walikota menuturkan, pemkot melalui Dinas Kesehatan KB dan RSUD Sogaten melakukan pendataan terhadap pasien DBD. Selanjutnya, melaksanakan fogging di lokasi tempat tinggal pasien tersebut.

Sebelum melakukan fogging, tim Dinkes KB telah memantau daerah tersebut. Ketika ditemukan jentik nyamuk, maka dilakukan upaya pembersihan dengan menggunakan bubuk abate dan fogging.

Fogging tidak dapat dilakukan sembarangan. Sebab, di dalam cairan tersebut mengandung bahan pestisida yang dapat membahayakan ekosistem di sekitarnya. Sehingga, fogging bukan satu-satunya solusi untuk memberantas sarang nyamuk.

“Yang paling penting adalah upaya pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Karena itu, saya mengajak warga untuk kerja bakti,” tutur Walikota saat ditemui setelah kegiatan fogging.

Menurut Walikota, perlu dukungan masyarakat untuk bisa mengatasi DBD secara menyeluruh. Caranya, dengan menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat. Tidak membiarkan genangan air dan mengurangi sampah plastik.

Dalam waktu dekat, Walikota juga akan menginstruksikan kepada camat dan lurah untuk menyelenggarakan kerja bakti di wilayahnya masing-masing. Harapannya, hal ini dapat menanggulangi penyebaran DBD di Kota Madiun.

Sementara itu, Kepala Dinkes KB Kota Madiun dr. Agung Sulistya Wardani menambahkan bahwa hingga saat ini jumlah penderita DBD di Kota Madiun mencapai 211 pasien. Sedangkan, fogging sudah 164 kali dilakukan. Wardani mengungkapkan, daerah endemik DBD menyebar di wilayah Kota Madiun.

“Pemantauan juga terus kami lakukan melalui kader jumantik untuk mengecek jentik-jentik nyamuk di rumah-rumah warga,” ujarnya.

Wardani mengatakan bahwa peningkatan jumlah pasien DBD tidak terjadi di Kota Madiun saja. Melainkan juga daerah lainnya. Bahkan, menimbulkan korban jiwa. Karena itu, Wardani juga meminta dukungan masyarakat agar penyakit ini tidak semakin menyebar. (WS Hendro/Dhevit/irs/iko/diskominfo)