MADIUN – Adiwiyata merupakan salah satu upaya pemerintah untuk membangun pendidikan berwawasan lingkungan. Tumbuh kembang anak diharapkan semakin sehat. Selain itu, juga membentuk lingkungan rumah yang sehat dan nantinya terus menjadi budaya berwawasan lingkungan.

Sebanyak 337 sekolah se-Jawa Timur didaftarkan menjadi sekolah Adiwiyata tahun ini. Namun, hanya sebanyak 120 lainnya yang lolos adminsitrasi. Dua di antaranya SDN 02 Mojorejo dan SDN 01 Tawangrejo Kota Madiun. Tim verifikasi datang meninjau kedua sekolah tersebut, Kamis (9/5).

“Verifikasi ini untuk mencocokkan kesesuaian dokumen yang diusulkan dengan fakta yang ada di lapangan. Dua diantaranya sekolah yang ada di Kota Madiun,” kata Kepala Bidang Penaatan Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur Sigit Prasetyadi disela-sela penijauan lapang di SDN 01 Tawangrejo.

Sigit menyebut terdapat empat komponen yang menjadi fokus penilaian tim. Yakni, kebijakan, kurikulum, partisipasi, serta sarana dan prasarana. Hasil evaluasi diberikan dengan harapan sekolah dapat memenuhi kriteria-kriteria yang diharapkan tim verifikasi.

“Semoga seluruh sekolah yang ada di Jawa Timur beradiwiyata,” harapnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Madiun Suwarno menyebut pihaknya rutin melakukan pembinaan. Sosialisasi juga terus dilakukan. Mulai melalui rapat koordinasi, sosialisasi, serta pemberian materi wawasan lingkungan. Selain itu, pihaknya juga memberikan pembelajaran melalui praktek langsung terkait pengelolaan sampah dan pananaman bibit yang benar.

‘’Perubahan kepedulian lingkungan betul-betul meningkat dari tahun-ketahun. Apalagi, anak didik diajak terlibat langsung memahami lingkungan,” ungkap Suwarno.

Dengan menjadi salah satu yang lolos Adiwiyata tingkat Provinsi, diharapkan sekolah di Kota Madiun mampu menumbuhkan kesadaran anak didiknya. Pentingnya mengelola dan menjaga kelestarian lingkungan bukan hanya capaian penghargaan saja.

“Semua sekolah sudah peduli terhadap lingkungan sekolahnya, ramah lingkungan, penataan taman yang bagus, penghijauannya cukup baik, dan semoga menjadi budaya cinta lingkungan,” pungkasnya. (nurdiono/adit/diskominfo)