MADIUN – Pelaksanaan Pemilu 2019 menapaki tahapan rekapitulasi surat suara. Artinya, pelaksanaan pesta demokrasi tersebut nyaris selesai. Di Kota Madiun, pelaksaan terbilang lancar, aman, dan damai. Kendati begitu, bukan tanpa evaluasi. Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pengawasan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden serta Pemilu
Legislatif 2019 digelar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Madiun, Kamis (2/4). Kegiatan dirasa penting untuk meningkatkan kinerja ke depan.

Bertempat di Aston Hotel Madiun, kegiatan dihadiri sejumlah Forpimda dan masyarakat. Tak terkecuali Walikota Maidi yang didapok menjadi narasumber. Walikota mengapresiasi panitia dan pihak terkait dalam penyelenggaraan Pemilu kali ini. Sebab, pelaksanaan terbilang sukses. Selain nyaris tanpa gangguan, partisipasi masyarakat juga tinggi. Melebihi target 77,5 persen. Terlebih soal keamanannya yang terbilang kondusif.

“Aman itu mahal. Biasa ada gangguan saat Pemilu. Tetapi bagaimana menciptakan suasana aman biarpun ada gangguan itu yang sulit. Apresiasi kepada panitia, khususnya Kepolisian dan TNI,” ujarnya.

Walikota menyebut terdapat sejumlah catatan kecil. Salah satunya, terkait pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) yang masih sembarangan. Itu tak terlepas dari ulah konstestan yang ingin menange dewe. Ke depan, walikota berencana memasang sejumlah videotron yang nantinya dapat digunakan sebagai media kampanye.

“Nanti mungkin ada tujuh videotron di Kota Madiun. Daripada APK dipasang sembarangan, videotron ini dapat digunakan untuk kampanye,” ujarnya sembari menyebut panitia Pemilu wajib meningkatkan koordinasi dengan TNI-Polri terkait peningkatan keamanan di Kota Madiun. (ws hendro/agi/diskominfo)