MADIUN- Pemerintah Kota Madiun kian sering menjadi jujukan studi banding daerah lain. Seperti pada Selasa (30/4), Dinas Kominfo Kabupaten Bantul sengaja sowan ke Dinas Kominfo Kota Madiun untuk belajar mengenai pemasangan Wifi gratis yang sudah diterapkan di Kota Karismatik sejak 2018 lalu.

Layanan Wifi gratis di tiap poskamling yang ada di Kota Karismatik, memang terbukti menjadi program unggulan. Terobosan kekinian tersebut mendapat sambutan baik dari masyarakat, pun pihak-pihak terkait. Hal inilah yang menjadi rujukan Dinas Kominfo Kabupaten Bantul untuk datang ke Kota Madiun, seperti yang dikatakan Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Bantul Fenty Yusdayati.

“Saat pemaparan smart city di Surabaya beberapa waktu lalu, kami tahu Kota Madiun telah menerapkan pelayanan Wifi publik gratis. Kondisi ini sangat bagus, salah satunya untuk mencerdaskan dan mensejahterakan masyarakat,” ungkapnya.

Mengingat, kata dia, pemenuhan kebutuhan akan Wifi tak dapat dibendung lagi. Fenty mengatakan keinginan masyatarakat Bantul akan adanya layanan Wifi gratis banyak. Maka dari itu, untuk menerapkan layanan yang diinginkan pihaknya melakukan studi banding ke Kota Madiun.

“Rencana memang kami ingin meniru Kota Madiun karena kami melihat Kota Madiun layak untuk dijadikan contoh penerapan Wifi gratis ini,” ucapnya.

Berbagai hal terkait layanan Wifi gratis mengemuka. Mulai teknis pengadaan, administrasi, hingga pengelolaan dan tenaga perawatannya.

Kasi Layanan Aplikasi dan Tata Kelola Pemerintah Elektronik Diskominfo Kota Madiun Noor Aflah menyebut layanan Wifi gratis yang ada di tiap poskamling ditujukan sebagai wadah masyarakat untuk berkumpul, berkomunikasi, dan berdiskusi.

“Layanan Wifi gratis diharapkan mampu menjadikan masyarakat lebih dekat dengan Kota Madiun, melalui informasi yang disampaikan melalui website Pemkot. Lebih dari itu, Wifi gratis mampu menjadi pemantik industri kreatif untuk makin berkembang di kota ini,” tandasnya.
(luky/rama/kus/diskominfo)