BANYUWANGI – Peringatan Hari Otonomi Daerah (Otoda) 2019 berlangsung khidmat, Kamis (25/4). Bertempat di Stadion Diponegoro Kabupaten Banyuwangi, upacara peringatan dipimpin langsung Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Peringatan dihadiri pejabat dari seluruh daerah. Tak terkecuali Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto.

Tjahjo Kumolo menuturkan Otonomi Daerah memberikan beragam manfaat. Di antaranya, membudayanya demokrasi ditataran masyarakat, menumbuhkan iklim kebebasan berkumpul dan menyampaikan pendapat, serta meminimalkan jalannya pemerintahan yang berbelit-belit. Selain itu, tentu percepatan dan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah tanah air. Semangat tersebut wajib terus digelorakan. Harapannya, pemerintah daerah semakin berdaya demi pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

‘’Otonomi daerah memberikan solusi dalam pengembangan dan pembangunan di daerah. Semangat ini harus terus digelorakan demi tercapainya pelayanan kepada masyarakat yang optimal,’’ ungkapnya.

Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto menyebut semangat peringatan Hari Otoda tersebut wajib dibarengi dengan peningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pemerintahan. Masyarakat, kata dia, bukan hanya menjadi objek, tetapi juga subjek. Artinya, masyarakat menjadi bagian penting dalam pengambilan kebijakan dan jalannya pembangunan di suatu daerah.

‘’Masyarakat bukan hanya objek yang harus dilayani. Tetapi juga bagian dari arah kebijakan dan pembangunan. Hal itu dapat terwujud dengan keterlibatan penuh masyarakat dalam pemerintahan,’’ ungkapnya.

Keterlibatan ini dapat melalui beragam cara. Mulai perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Seperti halnya di Kota Madiun. Masyarakat dilibatkan secara aktif dalam perencanaan yang mengemuka dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang). Baik mulai tingkat kelurahan hingga tingkat kota. Masyarakat juga terlibat dalam pelaksanaan dengan turut mengawasi jalannya pemerintahan. Masyarakat telah rajin melapor jika menemukan kesalahan. Begitu juga saat evaluasi. Masukan dari masyarakat akan jalannya pemerintahan penting demi peningkatan pelayanan ke depannya.

‘’Pemerintah memberikan ruang bagi masyarakat untuk turut berpatisipasi dalam pemerintahan. Ini harus dimanfaatkan. Masyarakat harus terlibat. Hal itu sesuai dengan semangat otonomi daerah,’’ ungkapnya.

Berbagai kegiatan mengemuka dalam peringatan Hari Otoda ke-23 tersebut. Mulai tari-tarian, drumband, hingga atraksi terbang rendah dari Wangi Flight Tim, Balai Pendidikan Penerbang Banyuwangi. Tim penerbang menyuguhkan formasi diamond hingga formasi bombers yang melambangkan kebhinekaan. (ws hendro/agi/diskominfo)