MADIUN- Pemilihan umum presiden dan wakil presiden serta pemilihan legislatif tinggal menghitung hari. Tepatnya 17 April nanti, momentum bersejarah perjalanan dan penegakan demokrasi negara ini akan dilangsungkan.

Maka dari itu, dalam rangka menjaga dan meningkatkan keamanan serta ketertiban masyarakat, pada Selasa (9/4) digelar apel siaga di Kecamatan Kartoharjo. Apel siaga kali ini bertujuan untuk evaluasi serta deteksi dini akan konflik-konflik yang dapat menggangu keberlangsungan pemilu 2019.

Sekda Rusdiyanto dalam sambutannya mengatakan peningkatan keamanan dan ketertiban masyarakat perlu dilakukan. Diperlukan adanya kerjasama atau sinergitas yang baik antara pemerintah daerah, TNI, Kepolisian dan masyarakat serta lembaga yang ada guna mendukung kelancaran dan kesuksesan pemilu mendatang.

“Pemilu yang sebentar lagi akan dilangsungkan tentu harapannya harus berjalan kondusif, aman, dan damai. Perlu kita ketahui bersama pemilu nanti tentunya dengan ketetapan hasil perhitungan calon yang terpilih harus didukung visi dan misinya,” jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, yang perlu menjadi perhatian menjelang pemilu nanti yaitu harus mewaspadai potensi konflik-konflik di masyarakat. Seperti perbedaan dukungan pasangan capres dan cawapres, perbedaan dukungan partai politik, isu sara, dan lain sebagainya.

“Saya berharap peran pemerintah, stakeholder, tokoh masyarakat, dan linmas perlu ditingkatkan. Kita harus mampu bersama-sama menjaga stabilitas politik nasional,” ujarnya.

Tak hanya itu, kata dia, keamanan dan ketertiban harus selalu dijaga. Baik jelang pemilu pun seterusnya. Rusdiyanto berharap melalui apel siaga ini pelaksanaan pemilu di Kota Madiun dapat berjalan aman dan damai. Serta nantinya dapat diwujudkan langsung ke masyarakat untuk mewujudkan kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan pemilu.
(dhevit/iko/kus/diskominfo)

#100ThKotaMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#KotaKarismatikMadiun