MADIUN – Hari H pemilihan umum (Pemilu) 2019 sudah semakin dekat. Kampanye dari masing-masing peserta juga makin gencar. Tak terkecuali calon legislatif (caleg) di Kota Madiun. Semua mengerahkan daya upaya agar bisa duduk di kursi wakil rakyat.

Menjadi anggota dewan tentu bukan hal yang mudah. Sebab, harus bisa meyakinkan masyarakat bahwa mereka adalah pilihan yang tepat. Namun, ini bukan satu-satunya perjuangan yang harus mereka lalui. Amanah yang besar sebagai wakil rakyat menanti mereka yang terpilih.

Karena itu, Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto mengimbau kepada para caleg untuk memahami makna pembukaan UUD 1945, khususnya alinea IV, sebagai dasar dalam melaksanakan tugas.

”Jadi dewan itu berat. Harus melindungi bangsa dan tumpah darah di manapun berada,” tuturnya saat menjadi narasumber dalam Dialog Interaktif ”Pemilu Damai Tahun 2019″ di Wisma Haji, Rabu (27/3).

Dengan memaknai alinea ke-IV UUD 1945, diharapkan para caleg bisa lebih mudah mengemban amanah ketika terpilih nanti. Sebab, seluruh aturan dan patokan kinerja untuk mensejahterakan rakyat sudah terkandung di dalamnya.

Lebih lanjut, Sugeng menegaskan, pekerjaan yang dilakukan oleh anggota dewan harus disesuaikan dengan tujuan nasional. Yakni, untuk mensejahterakan masyarakat.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Madiun Sasongko dalam kesempatan itu menjelaskan teknis pelaksanaan pemilu. Dimulai dari proses pendataan peserta, menentukan daftar pemilih tetap, hingga memasuki kampanye saat ini.

”Kampanye akan berakhir pada 13 April 2019,” ujarnya. Setelah itu memasuki masa tenang selama tiga hari. Baru kemudian dilaksanakan pencoblosan pada 17 April 2019.

Dalam Pemilu 2019, Sasongko juga berharap para peserta dapat menaati peraturan yang berlaku. Serta, mendukung program Pemilu Damai 2019. (WS Hendro/irs/ayu/diskominfo)