MADIUN – Menjelang akhir masa jabatan pimpinan daerah, ada satu lagi tugas yang harus dilakukan. Yakni, menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) terkait program dan kegiatan yang telah dilakukan. Pun, disertai dengan pencapaian yang telah diperoleh.

Hal ini pula yang dilakukan oleh Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto. Nota Pengantar LKPJ 2018 disampaikannya kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Madiun, Selasa (19/3).

Dalam kesempatan itu, Sugeng membacakan program dan kegiatan yang telah dilakukan. Mulai dari urusan wajib pelayanan dasar yang meliputi bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum dan penataan ruang, perumahan rakyat dan kawasan pemukiman, ketentraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan bidang sosial.

Begitu pula dengan 17 urusan wajib non pelayanan dasar, 6 poin urusan pilihan, 8 unsur penunjang urusan pemerintahan daerah, serta urusan kesatuan bangsa dan politik dalam negeri.

”Kami telah melakukan semua dan sudah dipertanggungjawabkan. Maka, hari ini kami laporkan ke-lima urusan tersebut kepada dewan,” tutur Sugeng saat ditemui setelah sidang paripurna di DPRD Kota Madiun.

Pada kesempatan itu, Sugeng juga menyampaikan penghargaan yang berhasil diraih oleh Pemkot Madiun selama masa jabatannya. Baik penghargaan di tingkat provinsi maupun nasional. Seperti, penghargaan Adiwiyata, Sanitasi Total Berbasis Masyarakat dari Kemenkes, Penyelenggara Pemerintah Terbaik 25 Nasional, serta Top 40 Sinovik Dopari Sakatu.

Tak hanya itu, beberapa capaian sebagai indikator makro pembangunan yang berhasil diraih oleh Pemkot Madiun juga tak luput dari laporan. Meliputi angka pertumbuhan ekonomi, tingkat pengangguran terbuka yang semakin kecil, persentase jumlah penduduk miskin yang semakin berkurang, serta indeks pembangunan manusia yang semakin tinggi.

”Kami sampaikan juga angka-angka di posisi kita saat ini. Harapannya, ini menjadi modal pemerintahan yang akan datang untuk bisa mengukir dan meningkatkan prestasi,” imbuhnya.

Sugeng pun menambahkan, peran masyarakat juga penting di dalam pembangunan. Karenanya, dia mengimbau untuk terus meningkatkan partisipasi seluruh warga Kota Madiun. Sehingga, semakin menguatkan kinerja stakeholder di Kota Karismatik. (WS Hendro/irs/diskominfo)