MADIUN- Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun memiliki nahkoda baru. Kepemimpinan salah satu tim pengendalian inflasi daerah ini, saat ini dipimpin oleh Umar Sjaifudin yang sebelumnya bertugas di BPS Kota Malang.

Pada hari ini, Senin (18/3) bertempat di ruang transit Balaikota Madiun, Umar didampingi oleh mantan kepala BPS Firman Bastian beserta perwakilan BPS Jawa Timur Teguh Pramono berkunjung ke Walikota Sugeng Rismiyanto.

“Sebagai kepala BPS Kota Madiun yang baru tentu saya akan meneruskan apa yang sudah dikerjakan oleh Pak Firman. Saya akan selalu melakukan koordinasi antar BPS dan Pemkot agar selalu bersinergi,” ujarnya.

Kota Madiun, kata dia, dalam perspektif BPS adalah salah satu kota penting. Mengingat, lanjutnya, kota ini adalah salah satu yang menjadi tolak ukur pengukuran inflasi di Jawa Timur maupun Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Sugeng mengatakan bahwa dalam suatu instansi, mutasi ataupun promosi jabatan merupakan sebuah hal yang wajar.

“Jadi perlu dipahami bahwa BPS meskipun ada mutasi sudah profesional siapapun yang ditugaskan disini sudah memiliki kapasitas untuk itu,” jelas Sugeng.

Lebih lanjut Sugeng menjelaskan, baik Pemkot maupun BPS, kedepannya akan selalu berkomunikasi dengan baik agar segenap pihak bisa saling bersinergi dan menciptakan kondisi Kota Madiun yang aman dari inflasi. 
(luki/kus/diskominfo)

#100ThMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#KotaKarismatikMadiun