MADIUN – Pengiriman bantuan bagi korban terdampak banjir di Kabupaten Madiun terus dilakukan Pemkot Madiun. Setelah bantuan perahu karet dan relawan, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, dan Palang Merah Indonesia Kota Madiun kembali mengirimkan bantuan, Kamis (7/3). Kali ini, bantuan lebih kepada logistik. Mulai beras, mie instan, air mineral, pakaian, selimut dewasa dan bayi, gendongan bayi, sarung dan keperluan perempuan.

‘’Hari ini kami kembali mengirimkan bantuan. Baik dari kami sendiri maupun yang terkumpul dari masyarakat. Alhamdulillah, bantuan terkumpul sebanyak lima mobil,’’ kata Kepala Dinsos PP dan PA Kota Madiun Heri Suwartono.

Heri menyebut bencana banjir di Kabupaten Madiun telah memantik kepedulian masyarakat. Berbagai bantuan dating silih berganti. Pihaknya telah mengirim sejumlah relawan. Mereka tersebar dalam sejumlah titik. Mulai petugas kesehatan hingga yang membantu proses evakuasi. Dinsos juga mengirim petugas untuk dapur umum.

Musibah banjir yang melanda sejumlah kawasan di Kabupaten Madiun memang tergolong cukup besar. Setidaknya, tujuh kecamatan terdampak banjir akibat hujan deras yang mengguyur wilayah madiun mulai, Selasa 5 Maret malam kemarin. Selain merendam kawasan permukiman penduduk, banjir juga mengakibatkan ribuan masyarakat mengungsi. Pemerintah setempat menetapkan status darurat bencana hingga sepekan mendatang.

‘’Kami terus menyiagakan petugas. Baik yang berada di lokasi maupun di posko. Masyarakat yang ingin membantu dapat mengirimkan bantuan ke posko,’’ ungkapnya.

Ketua PMI Kota Madiun Maidi menyebut bantuan yang diberikan merupakan satu wujud kepedulian bersama. Apalagi Kota Madiun berbatasan langsung dengan Kabupaten Madiun. Maidi menyebut petugas PMI akan selalu bersiaga. Petugas terus berkoordinasi guna menentukan bantuan yang sekiranya diperlukan.

‘’Ini kan bencana. Bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Sudah sepantasnya kita saling membantu,’’ ujarnya.

Maidi yang juga walikota terpilih tersebut datang langsung memberikan bantuan. Maidi datang bersama rombongan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang meninjau lokasi. Pihaknya berharap masyarakat Kota Madiun terus bersiaga. Kendati banjir hanya lewat di Kota Madiun, namun debit air bantaran Kali Madiun cukup tinggi. Bahkan, nyaris menyentuh bibir jembatan. Sementara, cuaca masih tak menentu. Tak menutup kemungkinan hujan kembali turun dan menyebabkan debit air kembali meninggi.

‘’Harus terus waspada. Petugas juga harus terus waspada dan memantau perkembangan setiap detiknya,’’ pesannya.

Diberitakan sebelumnya, petugas BPBD Kota Madiun juga mengirimkan bantuan relawan dan tiga perahu karet lengkap dengan mesinnya. Petugas turut membantu proses evakuasi korban sejak, Rabu 6 Maret pagi kemarin. Masyarakat yang ingin memberikan bantuan dapat dikirimkan ke posko PMI dan Dinas Sosial Kota Madiun untuk kemudian disalurkan ke lokasi pengungsian. (rahmad/agi/madiuntoday).

sumber:http://madiuntoday.id