MADIUN – Karismatik Cycling Community atau KCC, Sabtu (9/2), dipastikan bakal berlangsung seru bagi para cyclist. Bagaimana tidak? Banyak track menantang yang tersaji. Maklum, Telaga Sarangan sebagai lokasi finis memiliki ketinggian 1.287 meter di atas permukaan air laut. Bayangkan jika ketinggian itu harus ditempuh dengan mengayuh sepeda.

Panitia membagi dua rute dengan total sepanjang 64 kilometer tersebut. Rute pertama seputaran Kota Madiun. Mengambil start dari Balai Kota Madiun, peserta akan melewati Jalan Pahlawan, Cokroaminoto, Musi, Trunojoyo, Kapten Tendean, Munggu, Tanjung Raya, Setia Budi, Sri Dara, Sri Langka, Jati Kamper, Ki Ageng Pemanahan, Imam Bonjol, Diponegoro, S Parman, Basuki Rahmat, Ring Road, Jenderal Urip Sumoharjo, Branjangan, dan jalan Eka Karya.

Sedang, rute kedua dimulai dari Jalan Eka Karya, Tegal Arum, Tanjung, Soco, Jalan Raya Bendo, Tamanan, Magetan, Plaosan, hingga finis di Telaga Sarangan. Sejumlah rute memang landai untuk wilayah Kota Madiun. Kerasnya tanjakan bakal mulai terasa memasuki Kabupaten Magetan. Didik Setyawan, Panitia Acara, menyebut ada beberapa tanjakan maut mendekati telaga. Salah satunya, di daerah Ngerong yang memiliki kemiringan hingga 29 derajat. Tentu bukan perkara mudah menaklukkannya. Namun, hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi peserta.

‘’Pesona Gunung Lawu seperti tidak ada habisnya bagi penggemar olahraga bersepeda. Rute ini sengaja kami pilih untuk memberikan tantangan tersendiri,’’ katanya, Jumat (8/3).

Kegiatan ini juga sarana yang baik mempromosikan potensi Kota Madiun. Sebab, rute awal sengaja melintasi sejumlah titik di kota pecel kendati finisnya ada di lokasi wisata Telaga Sarangan di Kabupaten Magetan. Kota Madiun memiliki banyak hotel dan penginapan. Tidak menutup kemungkinan untuk menginap di Kota Madiun kendati berlibur di Sarangan atau tempat wisata lain.

‘’Event cara yang cukup ampuh untuk mempromosikan potensi yang ada. Begitu juga dengan event Karismatik Cycling Community ini. Kami berharap dapat turut membantu Pemerintah Kota Madiun dalam mempromosikan potensi daerahnya,’’ ungkapnya.

Event kali ini diikuti 450 cyclist dari berbagai daerah. Tak heran, event juga dapat menjadi ajang sosialisasi yang pas. Salah satunya, ketentuan cukai. Sosialisasi cukai dilakukan melalui berbagai hal. Mulai tulisan dalam jersey yang dikenakan, spanduk, brosur, dan sosialisasi lisan secara langsung dari pengisi acara.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun Subakri menyebut kegiatan sosialisasi tersebut penting melalui gelaran event. Harapannya, sosialisasi berlangsung menarik. Cara sosialisasi konvensional dianggap kurang mengena sekarang ini. Apalagi, materi sosialisasi sebatas ketentuan seperti aturan cukai. Berbagai kegiatan menarik seperti bersepeda diharap dapat menarik animo masyarakat.

‘’Sosialisasi ketentuan cukai melalui kegiatan terbukti lebih efektif. Terbukti dari sejumlah event yang dilaksanakan Pemkot Madiun sebelumnya. Mulai Kontes Koi, Milenial Road Safety Festival, Community Fest, dan lain sebagainya. Dari sejumlah kegiatan tersebut mampu menarik ribuan pengunjung,’’ jelasnya.
Ketentuan cukai tersebut penting terus disosialisasikan. Apalagi, cukai merupakan salah satu sumber pemasukan negara. Membayar cukai sesuai aturan secara tidak langsung turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat. Sebab, sebagian pendapatan cukai dikembalikan kepada masyarakat. Mulai untuk peningkatan fasilitas kesehatan, infrastruktur, dan pelatihan serta gelaran event seperti Karismatik Cycling Community.

‘’Mari mematuhi aturan cukai agar pemasukan negara tinggi. Semakin besar pemasukan negara dari cukai, semakin besar pula manfaatkan yang didapat masyarakat,’’ pungkasnya. (agi/madiuntoday)

sumber: http://madiuntoday.id