MADIUN- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Kota Madiun pastikan Kota Karismatik aman dari banjir. Pasalnya, berdasarkan pantauan tim BPBD yang dilakukan sejak Rabu (6/3) malam, jumlah debit air yang masuk ke kali bantaran berangsur mengalami penurunan.

“Instruksi dari Walikota, sejak Rabu malam hingga Kamis pagi minta ke kami mengenai perkembangan debit air bengawan. Pada pukul 02.00 dini hari, debit air memang tinggi,” terang Kepala BPBD Kota Madiun Agus Hariono saat ditemui pada Jumat (8/3).

Namun berdasarkan pantauan terakhir, lanjutnya, pada pukul 04.30 hari ini, air yang masuk ke bantaran sudah jauh mengalami penurunan. Agus mengatakan, berkurangnya debit air yang ada di kali bantaran tentunya dipengaruhi oleh curah hujan yang turun di Kota Madiun.

Agus menambahkan, jika sampai beberapa waktu ke depan tidak ada hujan, maka dapat dipastikan Kota Pecel bebas banjir. Namun Agus mengimbau kepada segenap masyarakat untuk tetap waspada dengan kondisi yang ada.

“Sementara aman, semoga untuk beberapa waktu ke depan tidak hujan deras. Tetap berdoa,” ungkapnya.

Setelah memastikan kondisi Kota Madiun aman, pagi ini BPBD mengerahkan 30 personilnya untuk membantu mengevakuasi langsung korban banjir yang ada di Kabupaten Ngawi. Hal ini dilakukan setelah sebelumnya mereka juga membantu proses evakuasi korban banjir yang ada di sejumlah desa di Kabupaten Madiun.

“Kami membawa tiga perahu karet dengan kapasitas masing-masing perahu dua belas orang dan delapan orang. Sementara BPBD Kota Madiun memberikan bantuan personil untuk evakuasi banjir,” jelasnya.

Nantinya, setelah melakukan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Ngawi, para personil yang sudah memiliki kemampuan dan terlatih di bidang mitigasi bencana ini akan menyebar ke sejumlah titik daerah terdampak banjir.
(dhevit/kus/madiuntoday)

sumber: http://madiuntoday.id