MADIUN – Pemerintah Kota Madiun menjadi jujukan daerah lain seakan sudah menjadi hal biasa. Bagaimana tidak, berbagai daerah silih berganti datang untuk belajar. Terbaru, giliran anggota Komisi D DPRD Kabupaten Batang yang datang berkunjung, Selasa (5/3). Banyaknya inovasi pelayanan publik yang dimiliki Kota Madiun menjadi daya tarik tersendiri. Sebelumnya, Pemerintah Kota Madiun juga dikunjungi Kabupaten Pemalang dan Kabupaten Magelang.

“Kami terus melakukan pelatihan kepada OPD untuk menciptakan inovasi pelayanan publik. Hal itu, terbukti efektif mendongkrak kreativitas ASN,” kata Asisten Pemerintahan dan Pembangunan Kota Madiun Andriono Waskito Murti saat menerima Kunjungan Kerja Komisi D Kabupaten Batang.

Pemkot Madiun memang mendapatkan sejumlah penghargaan dalam bidang inovasi pelayanan publik sepanjang 2018 lalu. Inovasi-inovasi yang sudah diterapkan di Kota Madiun pun sudah bisa dinikmati dengan mudah. Salah satunya inovasi pelayanan publik Dongeng Pagi Hari (Dopari) setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu (Sakatu) SDN 02 Mojorejo. Inovasi yang satu ini berhasil masuk TOP 40 Nasional.

“Dopari Sakatu tidak hanya inovasi pelayanan publik. Namun, komitmen dan semangat guru-guru yang tinggi untuk merubah mindset murid-muridnya,” paparnya.

Inovasi, kata dia, juga dilakukan Dinas Lingkungan Hidup. Kali ini terkait inovasi pengelolaan sampah di TPA. Sampah dikelola hingga menghasilkan gas metan yang digunakan warga sekitar sebagai pengganti LPG. Sudah lebih dari 200 KK yang memanfaatkan sejak empat tahun belakangan. Inovasi tersebut mengemuka dari banyaknya sampah yang masuk TPA. Masyarakat Kota Madiun rata-rata menghasilkan sampah 125 ton sampah sehari. Sedang, luasan TPA hanya sekitar enam hektar.

“Setiap tahun Kota Madiun mendapat adipura. Pengelolaan sampah di TPA Winongo dan inovasi gas metan menyumbang poin tertinggi,” ungkapnya sembari menyebut sudah dikembangkan lagi untuk mandi sauna dan café metan.

Pemkot juga memiliki inovasi pelayanan kepengurusan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Layanan KTP ini dapat diproses dalam hitungan jam. Tentu dengan persayaratan yang sudah lengkap. Masyarakat dapat memproses melalui aplikasi. Data KTP cukup dikirim melalui aplikasi tersebut. Petugas langsung mengantarkan ke rumah pemohon. Layanan ini dinamai Lempeng Gapit atau Layanan Sehari Mengurus Dokumen Kependudukan dan Catatan Sipil Petugas Antar Sampai di Tempat. Inovasi ini juga sebagai salah satu unggulan di Kota Madiun.

Nur Cahyaningsih Wakil Ketua DPRD Kabupaten Batang selaku ketua rombongan menyebut banyak hal yang dapat dipelajari dari kunjungannya ke Kota Madiun. Pihaknya bersama 12 anggota DPRD Kabupaten Batang berharap inovasi-inovasi yang ada di Kota Madiun bisa diterapkan di Kabupaten Batang. Tujuannya sama, demi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Inovasi-inovasi di Kota Madiun semoga bisa mengispirasi sehingga pelayanan publik di Kabupaten Batang menjadi lebih baik,” harapnya. (nurdiono/adit/diskominfo)