MADIUN – Mendongeng merupakan aktivitas yang identik dengan anak-anak. Ada beragam cara agar dongeng yang disampaikan bisa menarik perhatian dan diminati oleh pendengarnya.

Namun, sebenarnya mendongeng tidak perlu dilakukan dengan persiapan yang banyak dan sulit. Cerita bisa disampaikan secara simpel tanpa menggunakan alat peraga sekalipun.

“Asalkan, pendongeng punya niat dan tujuan yang kuat untuk menyampaikan sebuah cerita,” tutur Direktur Festival Dongeng Internasional Indonesia Mochamad Ariyo Faridh Zidni saat memberikan workshop kepada guru TK dan PAUD di Perpustakaan Kota Madiun, Rabu (6/3).

Pria yang akrab disapa Kak Aio ini menjelaskan bahwa ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mendongeng. Salah satunya, mental dan tujuan pendongeng.

“Kalau ada kemauan, ada tujuan, pasti hasilnya bagus,” ujarnya.

Pendongeng juga harus menikmati cerita yang akan disampaikan. Jika ada hal yang mengganjal, maka juga akan dirasakan oleh pendengar. Sehingga, cerita yang disampaikan kurang mengena.

Untuk menyampaikan dongeng kepada anak-anak, perbendaharaan cerita juga penting agar lebih bervariasi. Selain itu, suara pendongeng, ekspresi wajah, dan gerakan juga faktor yang tak kalah penting. “Kalau ada, bisa ditambah dengan alat bantu atau kemampuan lain,” imbuhnya.

Kepada guru TK dan PAUD, pria asal Yogyakarta itu berpesan agar jangan pernah memaksa anak untuk mendengarkan cerita. Harus ditunggu sampai anak siap. Caranya, dengan mengajak berkegiatan yang menyenangkan lebih dulu. Seperti menyanyi atau membuat gerakan lincah untuk membangkitkan semangat.

Kak Aio mengatakan, mendongeng memiliki manfaat yang banyak bagi anak. Salah satunya, meningkatkan wawasan, menambah semangat berliterasi, serta menguatkan pendidikan karakter.

“Harapannya, ilmu yang disampaikan hari ini bisa bermanfaat bagi bapak ibu guru. Serta, meningkatkan semangat membaca anak-anak di Kota Madiun,” tandasnya. (dhevit/irs/madiuntoday)

sumber:http://madiuntoday.id