MADIUN – Gelaran Milenial Road Safety Festival (MRSF) di Kota Madiun berlangsung meriah. Ribuan kaum milenial di kota pecel tumplek blek di Jalan Abdurahman Saleh, lokasi acara. Maklum, berbagai keseruan tersaji sedari pagi saat gelaran MRSF hari kedua, Minggu (3/3). Mulai Run 5 K, Jalan Santai, Flash Moob, Kesenian Reyog, dan juga musik.

Belum lagi berbagai hadiah menarik undian doorprize. Mulai sepeda motor, sepeda gunung, kompor gas, setrika, voucher hotel, dan e money Rp 500 ribu serta berbagai hadiah lainnya. Panitia juga menyediakan tiga ribu nasi pecel gratis bagi pengunjung.

Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto mengapresiasi kegiatan hasil kerja bareng Polres Madiun Kota dan Pemkot Madiun tersebut. Walikota berharap kegiatan tidak berhenti sampai disini. Namun, pesan akan ketertiban berlalu lintas terus melekat dalam hati. Terutama bagi kaum milenial. Hal itu penting mengingat tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kaum milenial yang berusia 17-35 tahun tersebut.

Walikota tunjuk bukti hasil survei WHO yang menyebutkan kejadian laka lantas kendaraan roda berada diurutan kelima dunia. Mirisnya, kejadian didominasi usia 17-35 tahun. Walikota berharap kaum milenial terus mengedepankan ketertiban dalam berkendara. Stop kecelakaan mulai dari sekarang.

“Generasi milenial merupakan generasi penerus bangsa. Ini wujud kecintaan kami kepada generasi penerus. Mari tertib berlalu lintas. Stop kecelakaan di jalan Raya mulai dari sekarang,” kata walikota.

Hal senada juga diungkapkan Kapolres Madiun Kota AKBP Nasrun Pasaribu. Angka kecelakaan di jalan raya yang melibatkan kaum milenial cukup tinggi. Di Kota Madiun saja, jumlah laka lantas mencapai 455 kejadian sepanjang 2018 lalu. Ratusan kejadian tersebut mengakibatkan 560 korban luka ringan dan 41 korban meninggal dunia. 31 diantara korban meninggal merupakan kaum milenial. 419 korban remaja lainnya tercatat luka ringan. Kapolres menghimbau generasi milenial bukan hanya harus tertib berlalu lintas. Tetapi wajib menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas.

“Generasi milenial ini diharap ikut berpartisipasi dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas. Terus melaksanakan tertib aturan hingga terlaksana visi misi bersama yaitu terwujudnya zero accident,” ujar kapolres. 
Kegiatan, lanjut dia, diharap memberikan kesadaran masyarakat, khususnya remaja, untuk terus mengedepankan keselamatan berkendara di jalan raya. Remaja menjadi virus yang menularkan kebaikan kepada sesama. Paling tidak dilingkungan sekitar.

“Cukup diangka itu saja. Jangan ada lagi kecelakaan yang melibatkan kaum milenial maupun masyarakat usia lainnya. Mari bersama-sama cegah laka lantas dengan terus tertib berlalu lintas,” pungkasnya.

Dalam gelaran acara juga dilakukan deklarasi generasi milenial mendukung road safety menuju zero accident. (ws hendro/agi/diskominfo)