MADIUN – Bulan Agustus memang masih cukup lama. Namun, persiapan untuk memperingati HUT Republik Indonesia sudah dimulai sejak sekarang. Salah satunya, seleksi pasukan pengibar bendera (paskibra) merah putih 17 Agustus yang dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudparpora) mulai Senin (4/3).

Sebanyak 560 siswa-siswi SMA/SMK sederajat, baik negeri maupun swasta, mengikuti seleksi tingkat kota tersebut. Bertempat di Stadion Wilis Kota Madiun, seleksi dilaksanakan selama 3 hari. Meliputi, tes fisik, tes peraturan baris berbaris (PBB), dan wawasan kebangsaan. Serta, tes wawancara dengan Bahasa Inggris.

Kepala Disbudparpora Kota Madiun Agus Purwo Widagdo menuturkan, seleksi tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya. “Sebelumnya seleksi dilakukan dengan sistem gugur. Tahun ini tidak. Seluruh peserta mengikuti seleksi dari awal sampai akhir,” terangnya.

Hal ini, menurut Agus, bukan tanpa alasan. Tujuan perubahan sistem ini adalah untuk memberikan pengalaman lebih bagi seluruh peserta. Sehingga, nantinya mereka memiliki gambaran tentang seleksi untuk masuk ke akademi militer maupun sekolah kedinasan lainnya.

Dalam seleksi paskibra tingkat kota ini, para peserta tidak hanya mengikuti tes-tes yang tersedia. Mereka juga akan diajari tata cara yang benar. Misalnya, cara lari, berjalan, hingga melakukan tes fisik yang tepat. “Jadi, para peserta ini nantinya sudah punya bekal, tidak kaget lagi dengan seleksi serupa,” imbuhnya.

Dari 560 peserta ini akan dipilih 78 orang yang menjadi paskibra kota. Kemudian, yang terbaik akan dikirimkan untuk mengikuti seleksi paskibra tingkat provinsi. Pembinaan akan dimulai sekitar Juli hingga menjelang upacara 17 Agustus 2019.

“Kami berharap, peserta yang terpilih dapat membawa nama baik keluarga dan sekolah. Seleksi ini juga bekal yang bagus utk meraih cita-cita mereka dan membentuk karakter serta kepribadian yang baik ke depannya,” tandasnya. (WS Hendro/irs/madiuntoday)

sumber: http://madiuntoday.id