MADIUN – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun memiliki layanan anyar. Yakni, penjualan data mikro datang langsung. Pelayanan ini menambah lima layanan yang sudah ada sebelumnya. Mulai perpustakaan, konsultasi datang langsung, penjualan hardcopy dan softcopy datang langsung, rekomendasi kegiatan statistic sektoral, dan konsultasi kegiatan statistik. Prosedur layanan anyar tersebut disosialisasikan BPS, Kamis (28/2).

‘’Sebenarnya layanan data mikro ini sudah ada. Tetapi belum kami luncurkan secara resmi. Hari ini kami sosialisasikan agar masyarakat yang membutuhkan layanan ini tidak perlu jauh-jauh ke provinsi atau BPS pusat di Jakarta,’’ kata Kepala BPS Kota Madiun Firman Bastian.

Hal tersebut bukan datang begitu saja. Firman menyebut cukup banyak masyarakat yang menginginkan data mikro tersebut. Pihaknya lantas menyusun tata cara mendapatkannya hingga akhirnya disosialisasikan secara resmi. Data mikro ini memang tak seperti biasanya. Yakni, data awal dalam sebuah survei. Mulai jumlah orang yang disurvei, jenis dan kelompok hingga data statistik penyusun lain.

Firman menyebut data seperti itu memang dibutuhkan sebagian orang. Seperti peneliti, mahasiswa yang tengah menyusun skripsi, tesis, maupun disertasi. Sebaliknya, data tersebut tak cukup berarti bagi kebanyakan orang. Tak heran, pihaknya tak mengunggah data awal penelitian tersebut dalam website maupun lainnya. Data yang diunggah hanya data hasil akhir. Data mikro hanya diberikan berdasar permintaan.

‘’Tetapi sesuai dengan PP nomor 7 tahun 2015 tentang PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak), data seperti itu harus dikenakan biaya. Besarannya, sudah diatur dalam PP tersebut,’’ ungkapnya.

Data mikro tersebut bisa di dapat dengan datang langsung ke kantor BPS Kota Madiun di Jalan DI Pandjaitan 11 dengan membawa kartu identitas. Pengguna data juga diwajibkan mengisi surat pertanggungjawaban penggunaan data (SPPD) bermaterai. Hal itu penting mengingat data awal seperti itu dapat disalahgunakan.

‘’Data seperti itu memang dapat disalahgunakan. Makanya kami butuh kepastian dari pengguna sebelum memberikannya,’’ ungkap Firman. (agi/madiuntoday)