MADIUN – Kepulan asap hitam membumbung tinggi dari kantor Dinas Tenaga Kerja Kota Madiun, Kamis (28/2). Orang-orang di dalamnya pun gaduh berteriak. ”Kebakaran..Kebakaran..Kebakaran.”

Rupanya, asap itu memang berasal dari api yang semakin membesar di halaman belakang kantor di Jalan Bolodewo itu. Mulai dari karung basah, alat pemadam api ringan (APAR), hingga mobil pemadam kebaran (damkar) disiapkan untuk memadamkan kobaran si jago merah.

Sekitar dua jam, api akhirnya benar-benar bisa dipadamkan. Semua penghuni di kantor Disnaker pun bersorak dan bertepuk tangan karena telah berhasil mengikuti simulasi kebakaran bersama petugas pemadam kebakaran dari Satpol PP Kota Madiun.

Ya, kejadian di atas bukan bencana kebakaran yang sebenarnya. Melainkan, simulasi yang diselenggarakan oleh Disnaker untuk para peserta perwakilan perusahaan yang ada di Kota Madiun. Tujuannya, untuk meningkatkan kesadaran pentingnya Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).

”Khususnya, bagi perusahaan yang belum menerima penghargaan zero accident,” tutur Kepala Disnaker Kota Madiun Suyoto Harjo Wiyono.

30 orang perwakilan perusahaan itupun mengikuti kegiatan Bimtek Norma K3 dan Pelatihan Pemadam Kebakaran selama dua hari. Sebelumnya pada Rabu (27/2), mereka telah mendapatkan materi dari narasumber. Sedangkan, hari ini adalah praktek penanganan kebakaran.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Suyoto berharap dapat meningkatkan jumlah perusahaan yang mendapatkan penghargaan zero accident dari Provinsi Jatim. Sebagaimana diketahui, pada 2018 lalu ada 12 perusahaan di Kota Madiun yang mendapatkan penghargaan tersebut. Ditambah satu perusahaan yang berhasil meraih penghargaan sistem manajemen K3.

”Dengan pencapaian ini, Kota Madiun menempati peringkat ke-9 se-Jatim untuk penanganan zero accident. Kami berharap, peringkat ini dapat ditingkatkan lagi,” terangnya.

Beberapa kriteria untuk bisa mendapatkan penghargaan zero accident antara lain tidak terjadi kecelakaan kerja selama 3 tahun berturut-turut di perusahaan tersebut, ada tim K3 di perusahaan, kebijakan pimpinan perusahaan, dan laporan terkait pelaksanaan K3.

”Harapannya, dengan meningkatkan kesadaran K3, juga makin meningkatkan kesejahteraan pegawai perusahaan tersebut,” tandasnya. (WS Hendro/irs/madiuntoday)

sumber : http://madiuntoday.id/