MADIUN – Aparatur Sipil Negara (ASN) wajib terus kreatif dan inovatif. Apalagi, ASN merupakan pelayan masyarakat. Hal itu, sesuai arahan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) terkait reformasi birokrasi. Mendorong hal tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun melalui Bagian Organisasi Setda menggelar pembinaan Kelompok Budaya Kinerja (KBK), Selasa (26/2).

Pembinaan dilaksanakan selama dua hari. Kegiatan diikuti 203 peserta terdiri dari pejabat dan staf, guru, perwakilan perangkat daerah, petugas Puskesmas dan sekolah. “Peningkatan SDM kali ini sebagai peningkatan komitmen seorang leader. Selain itu, membangun persepsi kerja yang berorientasi pada output dan outcome,” ungkap Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto saat membuka Pembinaan Kelompok Budaya Kinerja di Gedung Diklat.

Sugeng berharap ASN Pemkot Madiun sebagai pelayan masyarakat terus berkomitmen untuk mengeksekusi pekerjaannya. Pekerjaan yang menghasilkan kemanfaatan bagi masyarakat di kota pecel. “Kalau bekerja hanya input-proses-ouput, sekarang diubah. Outcome juga harus diperhatikan sehingga kemanfaatan bisa terukur dan teruji sesuai ekspektasi masyarakat,” paparnya.

Kinerja Pemerintah Kota Madiun sudah cukup baik. Terbukti, Pemkot mendapat kategori B dalam Sistem Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (SAKIP) empat tahun terakhir. Dengan merubah pola pikir (mind set) dan budaya kerja (culture set) menjadi budaya kinerja. Hal itu diharap meningkatkan penilaian SAKIP ke depan. Mendapat nilai A atau BB.

“B sudah baik. Tetapi kalau ada yang lebih baik, ya harus termotivasi untuk mendapat yang lebih baik lagi,” harapnya.

Berbagai hal mengemuka saat pembinaan. Peserta mendapat kisi-kisi terkait sistem akuntabilitas kinerja instansi. Peserta diharap dapat menularkan budaya kinerja di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masing-masing. Kepala OPD diharapkan mampu berinovasi dan mendorong satuan dibawahnya.

“Semua tupoksinya berbasis kinerja yang terukur. Jadi tidak asal bekerja demi menggugurkan kewajiban,” katanya.

Walikota menekankan untuk menjadikan struktur, subtansi dan culture yang lebih baik. Struktur harus sesuai dengan kebutuhan pembangunan visi misi kepala daerah yang tertuang di dalam Rencana Pembanguanan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan bersinergi RPJMD Provinsi dan RPJMN.

‘’Budaya kinerja yang kita harapkan harus dibangun. Pemkot Madiun sudah on the track ini harus dilanjutkan dan ditingkatkan,” pungkasnya. (nurdiono/adit/diskominfo)

#100ThMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#KotaMadiunKarismatik