MADIUN – Gotong royong di era milenial sudah semakin jarang. Terutama pada masyarakat perkotaan. Hal itu maklum lantaran pembangunan infrastruktur kebanyakan sudah dipenuhi pemerintah kota setempat.

Kendati begitu bukan berarti budaya gotong royong lantas hilang. Pemkot Madiun terus berupaya menjaga dan meningkatkan budaya gotong royong tersebut. Salah satuny, melalui Lomba Gotong Royong antar kelurahan di kota pecel. Melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan (PP) dan Perlindungan Anak (PA) setempat lomba yang digelar rutin tersebut sudah menapaki babak pamungkas saat ini.

‘’Harapannya, nilai-nilai yang terkandung di dalam gotong-royong seperti saling menolong, saling memberi penertian, dan saling membantu tetap terjaga. Sehingga interaksi sosial tumbuh disetiap kegiatan masyarakat,” ungkap Andik Dwi Sarsono, Kepala Seksi Pemberdayaan Lembaga Masyarakat Dinsos PP dan PA saat penilaian di Kantor Kelurahan Taman, Kamis (22/2).

Andik yang juga ketua tim penilai tersebut menuturkan terdapat tiga kelurahan yang berhasil menapaki babak final tingkat kota. Yakni, Kelurahan Taman, Nambangan Kidul, dan Kelurahan Kartoharjo. Tim penilai bakal mendatangi tiap kelurahan dan menilai langsung. Penilaian meliputi sejumlah bidang. Di antaranya, bidang kemasyarakatan, ekonomi, sosial, budaya, keagamaan, kesehatan dan bidang lingkungan. Andik berharap fokus penilaian pada sejumlah bidang tersebut juga dapat memberdayakan masyarakat dalam meningkatkan taraf sosial ekonomi.

‘’Kegiatan ini sekaligus untuk mempersiapkan keikutsertaan pada lomba yang sama di tingkat provinsi,’’ imbuhnya.

Perwakilan Kota Madiun mendapatkan juara III di Tingkat Provinsi 2018 lalu. Persiapan matang ini diharap dapat meningkatkan capaian di tingkat provinsi. Penilaian sekaligus evaluasi laporan administrasi yang dikirim ke tingkat provinsi.

Berbagai inovasi mengemuka dalam lomba Gotong-Royong tingkat kota 2019 tersebut. Kelurahan Taman menonjolkan kegiatan Poskamling. Lurah Taman Anita Maharani menuturkan hampir semua RT di kelurahannya memiliki Poskamling. Pun, aktif dengan kegiatan rondanya.

‘’Ada 48 poskamling dari 51 RT di Kelurahan Taman dan semua aktif penjadwalan rondanya. Semoga bisa meraih yang terbaik,” ungkap Lurah.

Optimistis yang sama diungkapkan Lurah Kartoharjo Ndaru. Apalagi, kelurahannya sudah menjadi langganan mewakili Kecamatan Kartoharjo. Pun, sempat mewakili Kota Madiun dan mendapatkan penghargaan. Ndaru optimis inovasi kegiatan di kelurahan Kartoharjo menarik tim juri.

‘’Kelurahan Kartoharjo sudah 3 kali mengikuti lomba. Yakni pada 2017, 2018 dan tahun ini. Pada tahun 2018 Kelurahan Kartoharjo pernah juara ke-III,” tuturnya.

Lurah Nambangan Kidul Sumarno juga tak mau kalah. Dia menuturkan, program kegiatan kemasyarakatan di kelurahannya disebut paling menarik. Program yang dinamakan jimpitan ini juga pernah meraih penghargaan.

“Jimpitan sudah sejak 2011. Pada 2012 Nambangan kidul juga berhasil maju ke tingkat nasional dengan progam unggulan ini,” ungkapnya. (nurdiono/adit/ayu/diskominfo)