MADIUN – Menyelenggarakan pemerintahan yang bersih dan transparan menjadi fokus utama Pemkot Madiun. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana. Perencanaan program kegiatan yang akan berlangsung pada 2020 dijabarkan secara terbuka dalam bentuk lokakarya bersama stakeholder terkait.

Kegiatan Perencanaan Pembangunan Bidang Kesehatan dan KB tahun 2020 itu berlangsung di Wisma Haji Kota Madiun, Kamis (21/2). Dalam kesempatan itu, Dinkes KB tak hanya menjabarkan program-program yang telah direncanakan. Tetapi, juga total anggaran yang akan digunakan.

Hal inipun mendapatkan apresiasi dari Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto. Saat diwawancara setelah acara, Sugeng menuturkan bahwa Dinkes KB termasuk instansi yang proaktif. ”Kegiatan ini meneguhkan kembali upaya transparansi terhadap suatu program,” tuturnya.

Dalam lokakarya tersebut, diketahui bahwa rencana program yang telah disusun Dinkes KB akan menggunakan anggaran hingga Rp 98 miliar lebih. Ini untuk membiayai 9 program, 40 kegiatan, dan 838 sub-kegiatan di Dinkes KB.

Meski demikian, dana dan program itu masih dapat berubah sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Karena itu, dalam lokakarya ini seluruh anggota dapat mengutarakan aspirasi. Sehingga, susunan program dan anggaran lebih tepat sasaran.

Sementara itu, Kepala Dinkes KB Kota Madiun dr Agung Sulistya Wardani mengatakan bahwa kegiatan lokakarya merupakan suatu bentuk transparansi yang dilakukan oleh dinasnya. ”Dari kegiatan ini kita bisa tahu mana program yang butuh ditambah atau dikurangi. Kami sampaikan semuanya secara terbuka. Termasuk soal anggaran,” ujarnya.

Menurut Wardani, perumusan program-program di 2020 sudah sesuai dengan rencana kerja dan anggaran (RKA). Jadi, tidak ada perhitungan yang sembarangan. ”Kami berharap, kegiatan ini dapat mewujudkan pemerintahan yang transparan dan dapat menampung aspirasi para stakeholder di bidang kesehatan,” tandasnya. (Dhevit/irs/iko/diskominfo)