MADIUN – Masyarakat yang berharap menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kota Madiun, kudu bersabar sejenak. Sebab, tidak ada kuota PPPK untuk Kota Madiun pada gelombang pertama ini. Pasalnya, tidak ada pegawai yang memenuhi syarat PPPK gelombang pertama tahun ini.

‘’PPPK gelombang pertama ini kan khusus untuk pegawai honorer yang sesuai dengan kriteria 2 atau K2. Nah, kategori ini di Kota Madiun sudah tidak ada. Jadi kami tidak mengusulkan formasi,’’ kata Sekda Kota Madiun Rusdiyanto, Senin (18/2).

Pegawai kategori 2 di Kota Madiun, lanjut sekda, sudah diangkat menjadi abdi negara beberapa waktu lalu. Jumlahnya cukup banyak. Namun, diakuinya, masih terdapat beberapa pegawai kategori ini di Kota Madiun. Hanya, mereka bukan lagi menjadi wewenang Pemkot Madiun. Sebab, sejumlah K2 tersebut merupakan tenaga kependidikan di SMA/SMK yang kini menjadi kewenangan pemerintah provinsi.

‘’Sudah habis. Sudah diangkat semua. Ada beberapa di SMA/SMK. Tapi kan itu bukan kewenangan kita sekarang,’’ imbuhnya.

Bagaimana dengan gelombang kedua?

Sekda menyebut gelombang kedua diprediksi baru untuk umum. Artinya, masyarakat dapat mengikuti. Namun, tentu dengan syarat dan ketentuan yang ditetapkan pemerintah pusat. Sekda menyebut belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut. Sebab, petunjuk teknis (juknis) rekrutmen PPPK gelombang kedua tersebut belum turun.

‘’Sampai saat ini belum ada. Tetapi mungkin hampir sama dengan rekrutmen CPNS kemarin. Di antaranya usia maksimal 35 tahun,’’ ungkapnya.

Namun, sekda berharap aturan batasan usia tersebut tidak diberlakukan. Harapannya, agar dapat memberikan kesempatan bagi pegawai-pegawai non ASN di Pemkot Madiun yang berusia di atas 35 tahun. Apalagi, mereka yang sudah mengabdi cukup lama. Namun, tidak termasuk K2. Artinya, harus ikut jalur umum gelombang dua tersebut. Kesempatan mereka sirna jika aturan maksimal usia benar-benar diberlakukan.

‘’Makanya ini masih menjadi perdebatan. Kan kasian juga ada pegawai non ASN yang sudah bekerja lama, lebih dari sepuluh tahun. Usia mereka rata-rata sudah di atas 35 tahun tetapi bukan K2. Artinya, mereka tidak bisa ikut seleksi,’’ jelasnya.

Rekrutmen PPPK, kata dia, nyaris sama dengan rekrutmen CPNS. Peserta wajib lulus ujian seleksi Computer Assisted Test (CAT). Pun, juga terdapat passing grade yang harus dilalui. Lagi-lagi, juknis terkait itu belum diterima sejauh ini. (dhevit/agi/madiuntoday)

sumber : http://madiuntoday.id/