MADIUN – Sistem pengambilan nomor antrian loket di RSUD Kota Madiun terus disempurnakan. Setelah aturan penggunaan surat rujukan asli, pihak rumah sakit kini membagi loket pelayanan pendaftaran dengan poli atau klinik yang dilayani. Artinya, setiap poli memiliki antrian tersendiri.

‘’Kalau dulu pengantri masih dalam satu konsenterasi. Dimanapun poli yang akan dituju, antrinya sama. Kini sudah kami bagi tiap-tiap polinya,’’ kata Kasubag Umum RSUD Kota Madiun M Yusuf Ahmadi, Jumat (15/2).

Tak heran, antrian bisa sampai nomor ratusan. Bisa sampai 500 lebih di menit akhir sebelum pelayanan ditutup. Pasien yang datang memang berkisar 500 hingga 700 orang setiap hari. Sistem diubah kini. Pihak rumah sakit membagi 14 poli yang ada ke dalam tujuh loket. Pasien cukup mengantri sesuai dengan poli yang hendak dituju.

Yakni, klinik atau poli saraf dan klinik rehab medik di loket 2, klinik jantun dan kulit di loket 3, klinik bedah dan jiwa di loket 4, klinik mata dan gigi di loket 5, klinik dalam dan THT di loket 6, klinik orthopedi dan paru di loket 7, dan loket 8 untuk klinik obgyn dan anak. Yusuf menambahkan loket 1 khusus untuk pelayanan geriatri atau mereka yang berusia 75 tahun lebih dan pasien bayar umum.

‘’Untuk pasien lansia di atas 75 tahun memang mendapat perlakuan khusus. Dimanapun poli yang akan dituju, antrinya cukup di loket satu,’’ tegasnya.

Pihaknya juga memberikan kode abjad berbeda untuk setiap loket. Hal tersebut untuk memudahkan pasien. Loket 1 memiliki kode A hingga loket 8 yang berkode H. Masyarakat, lanjutnya, tidak perlu menghafal nomor loket dengan poli yang dilayani. Petugasnya siap memberikan nomor antrian yang sesuai berdasar surat rujukan.

Pun, poli yang dipasangkan dalam satu loket sudah berdasar rata-rata pasien yang datang. Pihaknya sengaja memasangkan poli yang banyak dikunjungi dengan yang sedikit menerima pasien. Hal itu dilakukan untuk memecah konsenterasi panjangnya antrian. Sistem ini cukup efektif. Mempercepat pelayanan di loket pendaftaran. Antrian dapat cepat terurai hingga dapat langsung dilayani dalam poli.

‘’Sekarang kasian juga mereka yang ingin ke poli gigi, tetapi harus antri dengan pasien penyakit dalam yang biasanya sampai ratusan orang. Dengan sistem ini, semua dapat terlayani dengan lebih cepat,’’ ungkapnya sembari menyebut dapat melayani rata-rata 200 pasien dalam satu jam dengan sistem anyar ini.

Yusuf menambahkan evaluasi terus dilakukan. Pihaknya berencana menambah dua monitor antrian pada ruang tunggu. Masyarakat memang dapat melihat nomor antrian yang sudah dipanggil pada monitor. Pihaknya juga memberlakukan surat rujukan asli. Surat akan dibubuhi stempel tanggal setiap kali digunakan untuk mengambil nomor. Sebab, pihaknya mendapati satu surat rujukan digunakan lebih dari sekali dalam hari yang sama.

‘’Prinsipnya kami terus memperbaiki sistem pengambilan nomor antrian loket untuk meminimalkan celah yang dapat digunakan calo nomor antrian,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/madiuntoday)

sumber : https://madiuntoday.id