MADIUN – Kota Madiun tak banyak memiliki Sumber Daya Alam (SDA). Bahkan, lahan produktif terus menyusut lantaran beralih fungsi. Kendati begitu, bukan berarti tanpa upaya guna memaksimalkan produksi di bidang agrikultur.

‘’Lahan pertanian kita kan semakin berkurang. Butuh perencanaan yang matang agar hasilnya tetap maksimal. Salah satunya, melalui rakor seperti ini,’’ kata Sekretaris Daerah Kota Madiun Rusdiyanto usai membuka Rakor dan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Pertanian di ruang pertemuan Kantor Kecamatan Kartoharjo, Senin (4/2).

Data di tangannya, lahan pertanian di Kota Madiun hanya berkisar 901 hektar. Pun, dua persen lahan pertanian menyusut lantaran beralih fungsi. Namun, sejumlah lahan khusus pertanian dipertahankan. Sekda menyebut pembatasan minimal lahan, sudah diatur dalam Perda. Yakni, Perda RTRW 6/2011. Tak heran, pengembangan pembangunan tidak akan mengancam kelangsungan pertanian. Perda tata ruang pemkot tersebut memang melindungi lahan pertanian.

‘’Makanya hari ini tadi kita mengumpulkan stakeholder untuk menyamakan usulan dan masukan agar bersinergi dengan program Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan,’’ imbuhnya.

Kendati zona hijau untuk pertanian sudah diatur, pemkot perlu meregulasi aturan yang ada. Sekda menyebut perlu adanya pembatasan ketersediaan lahan pertanian yang ada di Kota Madiun. Ke depan, Pemkot mematok minimal 444 hektar khusus untuk lahan pertanian berkelanjutan harus ada di Kota Madiun. Lahan ini tidak boleh dialih fungsinya.

‘’Batas minimal ini harus tetap terjaga, tinggal pengembangan di bidang pertaniannya agar hasil produksinya maksimal,’’ harapnya sembari menyebut Perda minimal pembatasan lahan terbaru itu masih dalam pembahasan.

Rakor dan musyawarah merupakan awal perencanaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) 2019 untuk 2020 mendatang. Proesenya tengah berjalan. Musrenbang sudah pada tingkat Kelurahan pada Januari lalu. Musrenbang ini bakal berlanjut tingkat kecamatan, forum organisasi perangkat daerah (OPD) hingga Musrenbang tingkat Kota.

‘’Kami melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan ingin memulai terlebih dahulu melalui rakor ini. Apa yang menjadi kesepakatan hari ini, dapat disampaikan pada forum OPD nanti,’’ katanya.

Hasil Musrenbang tingkat akhir merupakan dasar Rencana Kegiatan Pembangunan Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Madiun tahun anggaran 2020. Ini sebagai dasar dan acuan pemkot dalam melaksanakan program kegiatan pada tahun anggaran tersebut.

Sekda berharap aset lahan pertanian yang minim ini dapat memberikan kontribusi besar. Salah satunya melalui berbagai inovasi di bidang pertanian. Sekda tak menampik hasil pertanian dan perkebunan saat ini baru sebatas pada budidaya padi ataupun tebu. Inovasi diperlukan agar segala kebutuhan dari bidang pertanian dapat tercukupi secara mandiri.

‘’Dengan aturan nanti, lahan pertanian diharapkan tetap terjaga. Tidak terus menyusut. Tinggal bagaimana pengembangan di bidang pertanian agar hasilnya maksimal,’’ pungkasnya sembari menyebut produski padi rata-rata hanya 7,2 ton perhektar dan hanya memenuhi sepertiga jumlah penduduk Kota Madiun. (nurdiono/adit/rama/diskominfo)

#100ThMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#KotaMadiunKarismatik