MADIUN – Istilah malagizi merupakan sebutan yang seringkali disamakan dengan kurang gizi yang disebabkan oleh kurangnya konsumsi, buruknya absorpsi, atau kehilangan besar nutrisi atau gizi itu sendiri. Maka dari itu, tak heran jika dibutuhkan penanganan yang nyata dari segenap pihak untuk memeranginya, tak terkecuali Pemerintah Kota Madiun.

Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (KB) Kota Madiun dr Agung Sulistya Wardani mengatakan, Kota Madiun berada jauh dari angka gizi buruk yang ditetapkan Provinsi Jawa Timur, yakni 1,8. “Meskipun berada jauh, namun kita tetap berupaya maksimal untuk mendapatkan predikat zero malagizi,” terangnya.

Dia menjelaskan, Dinkes telah melakukan beberapa upaya preventif untuk menangani hal tersebut. Di antaranya adalah melakukan monitoring di awal masa kehamilan.

“Mulai hamil sudah ditangani, berawal dari ibu hamil yang kurang gizi ada pemberian makanan tambahan (PMT) sampai masa nifas. Selain itu, mendidik orang tua melalui penyuluhan, dilakukan juga pemberian makanan pada bayi,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, pihaknya melakukan monitoring untuk melakukan penimbangan pada bayi di Posyandu. Untuk usia sekolah, secara berkala dilakukan pengecekan kesehatan melalui Unit Kesehatan Sekolah selama enam bulan sekali.

Tak hanya itu, bagi masyarakat lanjut usia (lansia) juga ada Posyandu yang selalu di monitoring oleh Dinas Kesehatan dan KB Kota Madiun.

Lalu, seperti apa tanda-tanda anak kurang gizi?

Anak yang kurang gizi dapat dilihat dari tanda-tandanya, yakni mengalami kegagalan dalam pertumbuhan. Hal ini dapat dilihat dari berat badan, tinggi badan, atau keduanya yang tidak sesuai dengan umurnya. Sehingga, biasanya anak kurang gizi mempunyai tubuh yang kurus, pendek, atau mengalami keduanya.

Selain itu, ciri-ciri lainnya adalah anak sangat mudah untuk marah, terlihat lesu, dan dapat menangis berlebihan. Anak juga mengalami kecemasan dan kurang perhatian terhadap lingkungan sekitar. Pun, kulit dan rambut anak kering, bahkan rambut anak rontok.

Apa yang bisa dilakukan untuk mencegah kurang gizi pada anak?

Penuhi makanan dengan gizi seimbang yang terdiri dari empat kelompok makanan utama, yaitu buah-buahan dan sayuran, setidaknya berikan anak lima porsi per hari, makanan sumber karbohidrat, yaitu nasi, kentang, roti, pasta, dan sereal, makanan sumber protein, yaitu daging, telur, ayam, ikan, kacang-kacangan dan produknya dan terakhir susu serta produk susu, seperti keju dan yogurt. (ws hendro/irs/kus/madiuntoday)

sumber:https://madiuntoday.id