MADIUN – Pemerintah Kota Madiun memiliki 1.300 lebih titik wireless fidelity (wifi) gratis saat ini. Ribuan titik itu tersebar ke sejumlah daerah di kota pecel. Di antaranya, tempat umum seperti pasar, puskesmas, hingga poskamling di tiap rukun tetangga (RT). Banyaknya titik program internet gratis sejak tahun lalu ini tentu tidak selalu berjalan mulus. Maklum, namanya juga teknologi. Kendala bisa muncul kapan saja.

Masyarakat tidak perlu bingung dan resah. Pemkot Madiun melalui Dinas Kominfo setempat menyediakan layanan pengaduan wifi melalui WhatsApp (WA) link https://chat.whatsapp.com/El0nBFNtjwf817nhDzFuSf. Masyarakat dapat bergabung dalam grup untuk pengaduan masalah wifi. Namun ingat, grup hanya untuk pengaduan terkait wifi. Admin bakal mengeluarkan anggota jika pengaduan kelewat melenceng dari tujuan.

‘’Kalau tidak ada kendala (wifi) kami mohon untuk tidak usah join grup. Ini penting kami sampaikan mengingat ada batas maksimal anggota (grup),’’ kata Kasi Layanan Aplikasi dan Tata Kelola Pemerintahan Elektronik Diskominfo Kota Madiun Noor Aflah, Rabu (26/12).

Laporan, kata dia, wajib disertai foto lokasi serta alamat lengkap. Jenis kendala juga disampaikan. Apakah masalah sinyal, konektivitas, atau terdapat kendala cuaca dan lain sebagaimananya. Aflah menambahkan, petugas bakal datang jika masalah tidak dapat diselesaikan melalui setting jarak jauh. Pengaduan, lanjutnya, juga dapat melalui aplikasi Madiun Karismatik. Aplikasi berbasis Android tersebut menyuguhkan berbagai menu pengaduan dan informasi tentang Kota Madiun.

‘’Sebenarnya ada banyak cara pengaduan. Layanan pengaduan melalui grup WA ini hanya untuk melengkapi. Ini kami anggap efektif karena nyaris semua masyarakat menggunakan aplikasi ini (WA),’’ imbuhnya.

Pemkot memang memiliki berbagai jenis layanan pengaduan masyarakat. Mulai dari aplikasi Madiun Karismatik, Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID), aplikasi Lapor milik kementerian, hingga inbox dan kolom komentar berbagai media sosial (medsos). Pemkot memiliki sejumlah medsos. Di antaranya, facebook, instagram, twitter, dan youtube dengan akun madiuntoday dan Pemerintah Kota Madiun. Aflah memastikan semua jenis layanan pengaduan ini bakal ditindaklanjuti. Sebab, terdapat petugas khusus yang menanggapi. Artinya, kecil kemungkinan pengaduan terlewatkan. Jika itu terjadi, Aflah berharap pengaduan dikirim ulang kembali.

‘’Masalah tentu dapat kapan saja terjadi. Prinsipnya, layanan ini sebagai percepatan penanganan kendala agar pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal,’’ pungkasnya. (dhevit/agi/madiuntoday).

sumber : http://madiuntoday.id