JAKARTA – Untuk ke-14 kalinya, Kota Madiun mendapatkan penghargaan bergengsi tingkat nasional di bidang kebersihan. Yakni, piala Adipura 2018 pada kategori kota sedang. Prosesi penyerahan penghargaan berlangsung di Auditorium Dr. Soedjarwo, Gedung Manggala Wanabakti Jalan Gatot Subroto Jakarta Pusat, Senin (14/1).
 
Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto hadir untuk menerima piala yang diserahkan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Penghargaan yang diberikan melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ini menjadi bukti bahwa perjuangan pemerintah dan masyarakat Kota Madiun untuk melestarikan lingkungan tak pernah putus.
 
Hal ini sebagaimana dijabarkan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam sambutannya. Menurut dia, upaya menjaga kebersihan wilayah kota tak dapat terwujud tanpa peran aktif masyarakat. ‘’Partisipasi masyarakat untuk mencapai hal itu,’’ tuturnya.
 
Jusuf Kalla mengatakan, seiring berjalannya waktu Adipura juga mengalami perluasan kapasitas. Dulu hanya sebatas kebersihan wilayah, sampah, pasar, dan tempat umum lainnya. Namun, sekarang juga ditambah isu-isu lingkungan lainnya. Seperti penghijauan dan budaya masyarakat.
 
Karenanya, daerah yang berhasil mendapatkan Adipura berarti memiliki komitmen kuat untuk menjaga kebersihan. Serta, berhasil mengubah perilaku masyarakatnya untuk hidup bersih dan sehat.
 
Namun, Jusuf Kalla mengimbau agar para penerima Adipura untuk tidak cepat berpuas diri. Masih banyak ‘pekerjaan rumah’ yang harus diselesaikan. Sehingga, ke depan Indonesia bisa menyumbang manfaat bagi dunia. Khususnya, di bidang pelestarian lingkungan.
 
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar menuturkan bahwa ada 146 penerima penghargaan. Rinciannya, satu Adipura Kencana, 119 Adipura, 10 Sertifikat Adipura, dan lima Plakat Adipura. Serta, Penghargaan Kinerja Pengurangan Sampah kepada 11 (sebelas) kabupaten/kota di Indonesia.
 
Program Adipura merupakan program nasional dan dilaksanakan setiap tahun. Tujuannya, untuk mendorong kepemimpinan pemerintah kabupaten/kota dan membangun partisipasi aktif masyarakat dan dunia usaha dalam mewujudkan kota berkelanjutan dengan menerapkan prinsip tata kepemerintahan yang baik.
 
‘’Prinsip utama penerapan Adipura yaitu pelibatan peran aktif masyarakat dalam peningkatan pemahaman dan kesadaran sebagai kunci perubahan perilaku, terpasangnya sistem pengelolaan sampah dengan basis sistem teruji dan data yang akurat terverifikasi, serta pemenuhan ruang terbuka hijau sesuai dipersyaratkan peraturan dan undang-undang,’’ terangnya. (WS Hendro/Rahmad/irs/diskominfo)
 
#100ThMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#KotaKarismatikMadiun