MADIUN – 2018 telah berlalu. Pemerintah Kota Madiun kembali mengukir prestasi menjelang pergantian tahun lalu. Kenaikan harga barang dan jasa terus ditekan. Pemkot berhasil menjaga harga kebutuhan agar tidak meroket tinggi. Ini menempatkan Kota Madiun sebagai daerah dengan inflasi terendah dari delapan kabupaten/kota penghitung inflasi se-Jawa Timur.

‘’Inflasi per Desember 2018 Kota Madiun dinilai terendah meskipun ada moment natal dan tahun baru. Ini merupakan sejarah baru,” kata Kepada Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun Firman Bastian saat press release tingkat inflasi di kantornya, Senin (7/1).

Inflasi di Kota Madiun tercatat sebesar 0,25 persen dari Indeks Harga Konsumen (IHK). IHK sendiri tercatat 132,09. Inflasi Kota Madiun sempat yang tertinggi di Jawa Timur di 2017 lalu. Berbagai upaya dilakukan hingga menempatkan Kota Madiun diurutan kelima di 2018 lalu.

“Ini membuktikan kinerja Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Madiun cukup baik selama 2018,” tuturnya.

TPID, lanjutnya, cukup berhasil dalam meyakinkan masyarakat agar tidak panik disaat moment-moment kenaikan harga seperti hari besar dan pergantian tahun. Caranya, dengan terus mencukupi kebutuhan pokok yang kerap kali naik harga. Ini memberikan dampak psikologis secara tidak langsung kepada pedagang dan masyarakat. Benar saja, masyarakat tidak membeli barang secara partai besar sebagai stok. Selain itu, langkah rutin operasi pasar dan sosialisasi kepada masyarakat juga cukup membantu.

Inflasi, kata dia, masih dipengaruhi harga bahan bakar minyak (BBM). Ketika muncul gejolak kenaikan BBM sedikit saja, pengaruhnya terhadap angka inflasi di Kota Madiun langsung cukup signifikan.

‘’Kalau sudah seperti ini pemerintah daerah tidak banyak yang bisa diperbuat. Menekan komuditas lainnya agar tidak ikut naik yang terpenting kalau sudah seperti itu,” paparnya sembari menyebut pengendalian harga barang/jasa hanya dari pemerintah pusat.

Firman menambahkan inflasi terjadi karena kenaikan IHK pada lima komuditas. Sedangkan dua kelompok komuditas mengalami penurunan. Inflasi terendah dikelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,07 persen. Dan penurunan indeks sebesar 0,001 pada kelompok perumahan, air, gas, listrik, gas, dan bahan bakar. Serta 0,28 persen pada kelompok sandang. Tingkat inflasi tahun kalender desember 2018 dan inflasi tahun ke tahun masing-masing sebesar 2,71 persen. (nurdiono/adit/diskominfo)

#100ThMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#KotaMadiunKarismatik