MADIUN – Berdasarkan data terakhir dari badan pusat statistik (BPS) Kota Madiun, jumlah kendaraan bermotor milik pribadi menurut jenis kendaraan, pada 2017 mencapai 3.217 unit. Kendaraan tersebut dibedakan menjadi dua jenis, yakni sedan serta sejenisnya, dan juga jeep.

Eits! Tunggu dulu, data di atas merupakan data kendaraan yang ada di Kota Madiun dan tercatat dua tahun lalu. Bayangkan jumlah kendaraan yang berkeliaran di sepanjang jalan kota pada tahun sekarang? Banyak kan pasti.

Maka dari itu, Pemkot Madiun melalui Dinas Perhubungan (Dishub) berusaha untuk terus menertibkan dan menjaga keindahan kota. Salah satu caranya dengan menertibkan pengguna kendaraan bermotor yang masih sering dijumpai memarkir kendaraannya secara sembarangan dengan sanksi penggembosan ban, penggembokan, hingga derek untuk mobil.

Nah, biasanya nih para pengguna kendaraan bermotor terlena dengan arti dari parkir dan berhenti. Makanya beberapa kasus penderekan kendaraan muncul karena hal sepele seperti tak bisa membedakan dua hal di atas.

Maka dari itu, ada baiknya simak perbedaan dari parkir dan berhenti dari Madiuntoday berikut ini

Parkir

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Dalam pasal 1 poin 15 dijelaskan, “Parkir adalah keadaan kendaraan berhenti atau tidak bergerak untuk beberapa saat dan ditinggalkan pengemudinya”.

Senada dengan penuturan Kepala Dishub Anshor Rasidi, dia menegaskan bahwa kendaraan yang ditinggalkan pengemudi dalam jangka waktu sebentar pun termasuk dalam pengertian parkir.

“Kalau kriterianya mobil berhenti, pengemudi meninggalkan kendaraan di suatu tempat walaupun berapa menit. Tetap termasuk parkir,” tegasnya.

Berhenti

Sedangkan dalam pasal 1 poin 16 dijelaskan bahwa “Berhenti adalah keadaan kendaraan tidak bergerak untuk sementara dan tidak ditinggalkan pengemudinya”.

Hal ini juga dijelaskan oleh Anshor, dia mengatakan bahwa untuk berhenti, biasanya sudah dipasang rambu dilarang berhenti dengan jelas.

“Misalnya kalau berhenti untuk menurunkan penumpang atau hanya tanya mencari alamat diperbolehkan berhenti tidak lama, jangan sampai 5 menit berhenti dan mengganggu arus lalu lintas,”tegasnya.

Jadi, sudah cukup jelas kan membedakan kedua istilah di atas? Jangan sampai salah persepsi ya. Yuk bersama-sama wujudkan tertib berlalu lintas di jalan kota. (dhevit/kus/madiuntoday)

sumber: http://madiuntoday.id/