MADIUN – Isu pemanasan global kian santer terdengar. Tiap harinya suhu di bumi semakin panas, hal tersebut sesuai dengan pernyataan dari Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional (NOAA) Amerika Serikat (AS).

Menurut data yang dilansir, tahun 2017 merupakan tahun terpanas ketiga setelah 2016 dan 2015. Suhu di bumi memiliki kecenderungan meningkat 1,1 derajat celcius dalam tiga tahun terakhir. Maka dari itu, berbagai upaya penghijauan telah dilakukan oleh penduduk bumi untuk meminimalisir suhu panas yang melanda.

Salah satu caranya seperti menjadikan tanggal 10 Januari sebagai hari sejuta pohon sedunia. Di Kota Madiun sendiri, Pemkot melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) telah melakukan berbagai macam upaya untuk menanggulangi kenaikan suhu di bumi. Misalnya seperti memperluas Ruang Terbuka Hijau (RTH).

“Sesuai dengan ketentuan undang-undang, RTH yang ideal adalah 30 persen dari luas wilayah yang ada. Kalau mengacu rancangan pembangunan jangka menengah (RPJM) daerah, kita sudah memenuhi capaian, yakni 19 persen,” terang Kepala Dinas Perkim Soeko Dwi Handiarto.

Soeko menjelaskan, Kota Madiun sudah memenuhi kriteria kota hijau. Hal ini dapat dibuktikan dengan jumlah RTH yang dimiliki oleh Kota Karismatik, yakni berjumlah 52 RTH yang semuanya dibangun pada tahun 2018.

“Sedangkan untuk tahun ini, kami berencana membangun 7 RTH di beberapa wilayah di Kota Madiun. Dengan pembangunan RTH tersebut, tentunya akan berpengaruh terhadap perluasan daerah terbuka hijau dan hal ini tentu salah satu upaya menekan pemanasan global,” ungkapnya

RTH yang akan dibangun tahun ini, di antaranya adalah pembangunan RTH Nusa Penida, pembangunan RTH Makam Kelapa Sari sekaligus perencanaan pengawasan, pembangunan RTH Tlogo Mas, pembangunan RTH monumen TGP, Pembangunan RTH Taman Lingkungan Asabri Selo, pembangunan RTH jalan Adisucipto dan jalan Kapten Saputro, dan terakhir Pembangunan RTH jalan Cokrobasonto Kuncen.

“Selain pembangunan RTH, upaya lain yang dilakukan untuk penghijauan kota adalah dengan penanaman kembali pohon-pohon di sejumlah RTH pinggir jalan yang mungkin pohonnya sudah roboh atau ditebang,” katanya.

Penanaman pohon, lanjutnya, juga difokuskan pada jalan-jalan baru yang belum memiliki pohon lindung. “Tahun ini rencana untuk penanaman kembali pohon-pohon yang gundul akan dijalankan. Selain memperindah kota, harapannya juga ini salah satu upaya untuk merindangkan kota,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas yang bertanggung jawab pada penghijauan Kota Madiun tersebut menghimbau agar masyarakat turut berperan aktif dalam menjaga fasilitas yang telah diberikan oleh pemerintah.

“Masyarakat harus memiliki peran untuk menjaga fasilitas ataupun tumbuh-tumbuhan yang ada di RTH. Jangan dirusak ataupun dibiarkan begitu saja,” tandasnya. (ws hendro/kus/irs/madiuntoday)

 

sumber: http://madiuntoday.id