MADIUN – Capaian 17 standar nasional Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Madiun cukup menarik daerah lain untuk belajar. Setelah Kabupaten Trenggalek yang datang beberapa waktu lalu, giliran Kabupaten Ngawi yang berkunjung, Kamis (3/1). Tujuannya sama, mempelajari kiat-kiat pemenuhan 17 standar LPSE yang sudah dapat diwujudkan Pemkot Madiun. 
 
‘’Tentu saja kami ingin meniru. Kota Madiun sudah berhasil menerapkan 17 standar nasional LPSE. Sedangkan kami di Kabupaten Ngawi baru 11 standar,’’ kata Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Pengkab Ngawi Mamik Subagyo.
 
Mamik datang bersama empat orang stafnya. Berbagai hal mengenai LPSE ditanyakan. Terutama mengenai enam standar LPSE yang belum berhasil diterapkan Pengkab Ngawi. Di antaranya, pengamanan jaringan hingga tim penilaian internal. Selain itu, berbagai hal pendukung lain tentu juga mengemuka. Mulai, pengelolaan server, penataan ruang, backup data, hingga urusan penganggaran. Mamik menyebut pengelolaan LPSE Kota Madiun sudah cukup bagus. Sudah memiliki server dengan kapasitas besar. Bahkan, server seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di kota pecel sudah terpusat. Ini, lanjutnya, tentu menjadi referensi berharga bagi Pemkab Ngawi. 
 
‘’Kami akan segera membentuk tim-tim seperti yang sudah dilaksanakan di sini. Harapan kami, tahun ini sudah dapat menerapkan 17 standar yang ditetapkan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) seperti di Kota Madiun,’’ imbuhnya. 
 
Kota Madiun dipilih sebagai jujukan belajar bukan hanya lantaran sudah memenuhi 17 standar. Namun, juga dekat secara wilayah. Selain itu, untuk pemerintah dengan bentuk kabupaten di Jawa Timur belum banyak yang sudah menerapkan 17 standar LPSE. Tak heran, pihaknya memilih Kota Madiun. 
 
‘’LPSE Kota Madiun memiliki track record yang baik di Jawa Timur. Tak salah kalau Kota Madiun menjadi acuan. Bukan hanya kami, tapi juga sejumlah daerah lain. khususnya di wilayah barat,’’ ungkap Mamik.
 
Kasi Layanan Aplikasi dan Tata Kelola Pemerintahan Elektronik Diskominfo Kota Madiun Noor Aflah menyebut LPSE Kota Madiun cukup sering menjadi jujukan studi daerah lain. Untuk bidang LPSE, kunjungan ini merupakan kali kedua dalam dua bulan terakhir. Aflah menyebut pihaknya menyambut baik kunjungan dari daerah lain. Pun, terbuka dengan apa yang ingin dipelajari. Pengelolaan LPSE, kata dia, memang tidak dapat serta merta. Namun, dilakukan secara bertahap hingga dapat terkelola secara baik. 
 
‘’Prinsipnya kami siap berbagi. Selagi itu baik dan untuk kemajuan bersama, mengapa tidak,’’ ujarnya. (dewi/agi/diskominfo)
 
#100ThMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#KotaMadiunKarismatik