MADIUN – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Madiun resmi berubah nama, Senin (31/12). Sekolah itu kini bernama SMAN 3 Taruna Angkasa Jawa Timur. Peresmian langsung dilakukan Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Peremian ini merupakan salah satu lompatan penting dunia pendidikan di Jawa Timur dalam menghadapi revolusi industri 4.0.

‘’Ini lompatan luar biasa di dunia pendidikan untuk mengurangi pengangguran lulusan SMA, SMK dan setingkatnya,’’ kata Gubernur Jawa Timur Soekarwo usai meresmikan SMAN 3 Taruna Angkasa Jawa Timur.

SMAN Taruna Angkasa ini bekerjasama dengan TNI Angkatan Udara. Ini tek terlepas dari letak geografis Kota Madiun yang berdekatan dengan Landasan Udara (Lanud) Iswahyudi. Selain memiliki sarana pendukung, input siswa SMAN 3 Madiun cukup baik. Ini lantaran adanya sistem seleksi akademis dan wawancara saat masuk. Tak heran, output siswanya pun tidak dapat dipandang sebelah mata.

Pelajar tak hanya mendapat ilmu kedirgantaraan dan teknologi. Namun, siswa juga mendapat pelatihan etika dan disiplin tinggi dan moralitas yang baik. Ini harus dibentuk agar siswa terbiasa berdisiplin. Baik disiplin waktu maupun ketaatan siswa dengan aturan yang berlaku. Ini penting untuk membentuk calon-calon pemimpin yang handal dan kredibel.

‘’Kalau setiap individu memiliki keyakinan yang kuat tentang Pancasila dan Undang-undang dasar 1945, saya yakin ini menjadi salah satu softpower Indonesia,” ungkapnya.

Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto mengapresiasi peresmian SMAN 3 Taruna Angkasa Jawa Timur. Dengan dipilihnya SMAN 3 Madiun, dipastikan memberikan multiplayer efek dibidang ekonomi di kota pecel. Mantan rektor ini berharap anak-anak Kota Madiun termotivasi untuk menjadi taruna di SMAN 3 Taruna Angkasa Jawa Timur.

‘’Yang lebih penting, anak-anak di Kota Madiun untuk mempersiapkan sejak dini agar mampu berkompetisi dengan anak-anak dari daerah lain,” harapnya.

Tentunya untuk menjadi Taruna di SMA ini tidaklah mudah. Harus mengikuti seleksi tes tulis dan wawancara. Pun, pesertanya dari seluruh Indonesia.

‘’Siswa dilatih di sekolah ini, tinggal di sini, dilatih disiplin di sini. Ini yang menjadi nilai lebih dari SMA lainnya. Karena dituntut memiliki kepribadian yang kuat dan memiliki moral yang bagus. Jadi tidak hanya pendidikan iptek saja,’’ pungkasnya.

Peserta didik diharapkan melanjutkan di sekolah-sekolah kedinasan. Seperti akdemi militer, akademi kepolisian ataupun sekolah kedinasan lainnya. Pelajar ini juga dipersiapkan untuk menghadapi revolusi industri 4.0. (hendro/adit/diskominfo)

#100ThMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#KotaMadiunKarismatik