MADIUN – Toleransi beragama di Kota Madiun cukup terjalin baik. Buktinya, sikap saling menghargai antar umat beragama saat perayaan Natal terlihat. Umat non Nasrani memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi yang Nasrani untuk merayakan Natal. Sebaliknya, umat Nasrani juga menghormati mereka yang beragama lain dalam perayaan.

“Ini sesuatu yang indah. Masyarakat yang merayakan (Natal) turut mengundang pemkot dan Forpimda walaupun bukan dari umat Nasrani. Yang bukan Nasrani juga menghormati dengan cara masing-masing. Memang seharusnya seperti ini. Senang melihatnya,” kata Sekda Kota Madiun Rusdiyanto saat menghadiri Perayaan Hari Natal GKJW 2018 di Hotel Merdeka, Jumat (28/12) malam.

Sekda mengapresiasi panitia yang sudah turut mengundang Forpimda. Begitu juga sebaliknya. Apresiasi diberikan Forpimda yang sudah menghadiri undangan. Ini, lanjutnya, merupakan satu bentuk nyata wujud toleransi antar umat beragama. Kondisi, lanjutnya, merupakan cerminan jati diri bangsa. Selain itu, wujud kondusifitas di Kota Madiun.

“Indonesia memiliki beranekaragam budaya, suku, agama, dan golongan. Namun, tetap saling menjaga karena tetap satu bangsa. Bangsa Indonesia. Ini salah satu contohnya,” imbuh sekda.

Sekda berharap toleransi ini terus terjaga. Bahkan, terus ditingkatkan. Masyarakat Kota Madiun juga semakin dewasa. Bentuk toleransi tidak hanya sekedar menghadiri undangan perayaan hari besar. Tapi diwujudkan dengan berbagai hal. Salah satunya, turut membersihkan gereja menjelang Natal. Sebaliknya, warga non muslim juga membagi takjil saat puasa.

“Perbedaan bukan sebagai jurang pemisah. Tapi malah semakin mendekatkan karena kita itu satu bangsa,” ujarnya sembari menyebut perayaan Natal berjalan kondusif di Kota Madiun. (dhevit/agi/diskominfo)

#100ThMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#KotaMadiunKarismatik