MADIUN – Tahun anggaran 2018 segera berakhir. Sebaliknya, 2019 di depan mata. Rencana kerja untuk tahun anggaran 2019 wajib segera ditentukan. Tujuannya jelas, agar pekerjaan optimal. Hal itu juga yang dilaksanakan Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Karya Madya Kencana Kota Madiun. Rapat Anggota Rencana Kerja dilaksanakan, Kamis (27/12). Pembahasan mengenai berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan tahun depan mengemuka. Ini merupakan upaya mengoptimalkan kiprah koperasi sebagai sokoguru ekonomi Indonesia.

‘’Koperasi yang kuat adalah koperasi yang berdaya, pelayanan cepat, transparan, serta kejelasan produk yang dijual,’’ kata Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto sebagai pembina Koperasi Karya Madya Kencana Pemerintah Kota Madiun saat membuka rapat.

Anggota dan pengurus Koperasi Karya Madya Kencana diharap terus menggali potensi, inovatif, serta berani sampaikan gagasannya. Ini penting demi kemajuan koperasi.

‘’Saling sengkuyung untuk merealisasikan ide-ide anggota yang kreatif dengan inovasinya,’’ harapnya.

Koperasi Karya Madya Kencana, kata dia, sudah cukup baik sejauh ini. Berdiri sejak 38 tahun lalu, pendapatan koperasi cukup dinamis. Dalam rencana anggaran pendapatan dan belanja (RAPB) Desember 2018 ini, pendapatan koperasi mencapai Rp 55 juta atau 56,97 persen dari target. Pendapatan ditargetkan Rp 97 juta.

Pendapatan wajib terus bertambah. Salah satunya, dengan peningkatan partisipasi anggota. Setiap anggota diharap memenuhi kebutuhan sehari-harinya di koperasi. Cara ini, lanjutnya, diyakini dapat meningkatkan laba koperasi.

‘’Kalau laba usahanya besar, SHU (sisa hasil usaha) yang diterima (anggota) juga akan besar,’’ ungkapnya.

Koperasi Karya Madya Kencana memiliki anggota seribu lebih. Tentu memiliki banyak modal dari simpanan wajib anggota. Walikota menghimbau modal besar ini dapat dimanfaatkan untuk simpan-pinjam. Namun, dengan bunga pinjaman yang rendah. Sehingga anggota tak akan mencari bank untuk mencari pinjaman. Ini sesuai dengan tujuan koperasi untuk mensejahterakan anggota. Walikota meminta modal besar ini harus diikuti keseriusan pengurus untuk mengelolanya.

‘’Hati-hati, kalau iuran wajib dinaikan, harus bertanggung jawab bisa membelanjakankan dan memanfaatkannya secara optimal untuk anggota,’’ pungkasnya.

Sekedar informasi, capaian program kerja 2018 mencapai 95 persen. Rencana anggaran dan pendapatan belanja 2019 diproyeksikan Rp 2,8 miliar. (lucky/adit/diskominfo)

#100ThMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#KotaMadiunKarismatik