MADIUN – Berdasarkan surat edaran nomor 470.13/11176/SJ tentang Penatausahaan KTP-el (KTP elektronik) atau e-KTP, yang ditujukan kepada bupati dan wali kota di seluruh Indonesia. Pada Jum’at (28/12), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Madiun memusnahkan sebanyak 15.552 keping e-KTP rusak dan invalid.

Walikota Sugeng Rismiyanto memimpin langsung jalannya prosesi pemusnahan e-KTP rusak dan invalid di halaman kantor Dukcapil Kota Madiun. Didampingi segenap jajaran forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kota Madiun.

Dalam surat edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) di atas, terdapat empat hal yang perlu dilakukan demi pencegahan penyalahgunaan e-KTP. Pertama, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) diminta untuk melakukan pendataan terhadap e-KTP yang rusak atau invalid di wilayah masing-masing.

Kemudian, jika masih ditemukan, e-KTP tersebut harus dimusnahkan dengan cara dibakar. Pembakaran merupakan cara baru dalam pemusnahan e-KTP, di mana sebelumnya hanya dilakukan pengguntingan.

“Ini merupakan wujud taat administrasi Kota Madiun terkait kependudukan,” ungkap Sugeng Rismiyanto. Dia mencontohkan, e-KTP yang sudah tidak terpakai akan sangat rentan untuk disalahgunakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Misalnya pemilik e-KTP sudah meninggal, setelah keluar akta kematian kartu identitas harus ditarik. Atau mungkin ketika KTP lama berganti e-KTP baru, daripada disimpan kemanfaatannya tidak ada. Lebih baik dimusnahkan,” jelasnya.

Senada dengan pernyataan di atas, Kepala Dinas Dukcapil Kota Madiun Nono Djati Kusumo mengatakan pada 14 Desember lalu, pihaknya telah melakukan pemusnahan e-KTP rusak dan invalid sebanyak 3.418 keping. “Kami melakukan penyortiran dan mendapati banyak e-KTP yang sudah tidak digunakan. Maka dari itu dilakukan pemusnahan dengan cara dibakar,” ungkapnya.

Selain itu, hal ini dilakukan dalam rangka mengantisipasi terjadinya e-KTP yang tercecer tidak sesuai tempat. “Seperti yang marak di kota lain. Pemusnahan merupakan pencegahan dan untuk menghindari penyalahgunaan kartu identitas di tangan pihak tidak bertanggung jawab,”
(ws hendro/kus/rahmad/yola/diskominfo)

#100ThMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#KotaMadiunKarismatik