MADIUN – Operasi Lilin Semeru 2018 telah dimulai. Pelaksanaannya selama 12 hari terhitung sejak 21 Desember 2018 sampai 1 Januari 2019 mendatang. Pelaksanaan Ops Lilin Semeru untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru penting dilakukan. Apalagi, momentum juga bersamaan libur sekolah. Artinya, banyak masyarakat yang keluar-masuk Kota Madiun.

Berbagai persiapan dilakukan Pemerintah Kota Madiun bersama instansiterkait untuk mengantisipasi lonjakan masyarakat di kota pecel. Mulai rapat koordinasi yang dilakukan, Kamis (20/12) hingga gelar pasukan, Jumat (21/12). Ini merupakan upaya pemerintah melindungi masyarakat dalam pelaksanaan Hari Raya dengan khidmat.

‘’Tentu harapannya, yang beribadah aman, yang liburan juga nyaman,’’ kata Sekda Kota Madiun Rusdiyanto usai Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Semeru 2018 di halaman Polres Madiun Kota.

Kesiapan Operasi Lilin Semeru 2018 ini dalam rangka pengamanan di wilayah hukum Polres Madiun Kota. Terdapat 1.112 personil yang diterjunkan. Mulai instansi Polri, TNI, Satpol PP, Damkar, BPBD, Linmas, hingga petugas kesehatan.

‘’Ops Lilin Semeru sebagai antisipasi segala gangguan kamtibmas. Mulai aksi teror, kriminalitas, penyalahgunaan narkoba, miras, dan seks bebas serta kerawanan kecelakan lalu lintas,” ungkap Kapolres Madiun Kota AKBP Nasrun Pasaribu.

Kapolres menambahkan pihaknya menyiapkan lima pos pelayanan dan pengamanan yang tersebar di sejumlah titik. Mulai di Jalan Pahlawan, Alun-alun, Terminal, Stasiun, dan Suncity. Layanan ini diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat khususnya pengguna jalan secara optimal. Sejumlah petugas bakal disiagakan dalam pos. Di antaranya, petugas kepolisian dari berbagai unsur, TNI, hingga petugas Dinas Kesehatan Kota Madiun. Petugas pengatur lalu lintas juga disiagakan.

Operasi Lilin Semeru juga untuk mengantisipasi terjadinya kejahatan jalanan, radikalisme, dan antisipasi terjadinya kejahatan di rumah kosong yang ditinggalkan penghuninya. Petugas kepolisian juga melekat dalam Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Madiun untuk menjaga stabilitas harga barang. Petugas bakal turut turun dalam pelaksanaan opersi pasar.

‘’Semua personil harus proaktif. Mulai urusan keamanan hingga pendampingan dalam operasi pasar untuk menjaga stabilitas harga pangan di Kota Madiun,” pungkasnya. (ws hendro/adit/diskominfo)

#100ThMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#KotaMadiunKarismatik